citizen reporter

IKA Ma’arif Bantaeng Bekali Generasi Milenial Anti Hoax

Adapun narasumber yang dihadirkan panitia terdiri atas Rusli Kadir dan Jurlan Em Saho’as.

IKA Ma’arif Bantaeng Bekali Generasi Milenial Anti Hoax
HANDOVER
Dua narasumber Jurlan Em Saho’as dan Rusli Kadir didampingi Ketua Tanfidziah NU Bantaeng Muh. Ahmad Jaelani, saat memaparkan materi jurnalistik cetak dan medsos pada pendidikan jurnalistik yang digelar IKA Ma’arif NU Lasepang Kabupaten Bantaeng, Sabtu-Minggu 28-29 September 2019, di Aula Kantor NU Bantaeng 

Ikatan Alumni Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bantaeng menggelar pendidikan jurnalistik bagi siswa-siswi madrasah tsanawiyah, aliyah, SMA, dan SMK se Kabupaten Bantaeng, Sabtu-Minggu 28-29 September 2019 lalu, di Aula Kantor NU Lasepang.

Pendidikan jurnalistik yang diikuti 50 peserta tersebut bertujuan membekali generasi muda yang kini hidup di abad milenial dengan kemajuan teknologi dunia maya.

Terutama dalam mengantisipasi dampak negatif informasi hoax yang dilakukan secara massif oleh kelompok atau pihak-pihak yang sengaja memperkeruh suasana damai dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama Bantaeng Muh. Ahmad Jaelani, S.Ag.,MA dalam sambutannya sesaat sebelum membuka resmi kegiatan itu mengatakan, sebagai organisasi keagamaan yang memiliki ribuan sekolah dan pesantren di tanah air, memang berkewajiban dan bertanggung jawab membekali siswa dan santrinya sebagai generasi muda milenial yang sudah pasti menghadapi era teknologi 0.4.

“Terutama dalam kaitan menghadapai dampak negatif yang ditimbulkan. Karenanya, sangat tepat IKA Ma’arif NU melakukan pendidikan jurnalistik untuk mencetak kader-kader generasi muda milenium anti hoax,” kata Ahmad Jaelani.

Ketua IKA Ma’arif NU Lasepang Bantaeng, Drs. Muh Anwar Tabrani, mengatakan, sengaja mengambil tema mencetak jurnalis muda milenial cinta NKRI tiada lain didasari kecenderungan generasi muda yang kini hidup di abad milenial lebih banyak waktunya dihabiskan menggunakan HP Android dengan berbagai informasi yang diterimanya dan disebarkan.

“Bahayanya saat ini antara fakta dan fitnah, atau katakanlah berita bohong, cenderung lebih cepat dipercaya dibanding informasi yang benar,” ungkap Anwar Tabrani.

“Sehingga warga masyarakat, khususnya generasi muda kita perlu dibekali dengan pengetahuan dasar jurnalistik, baik di dalam menulis dan menyebarkan maupun mengenal informasi bermuatan kebohongan atau hoax,” katanya.

Salah satu yang sangat penting dilakukan, lanjut Anwar Tabrani, adalah sikap tabayun atau dalam bahasa pers disebut cek and recek atau wajib konfirmasi setiap informasi yang diterima terlebih sebelum disebar.

Ketua Panitia Muhammad Jafar mengatakan, agar peserta betul-betul dapat memahami secara mendalam tentang pengelolaan informasi dan pemanfaatan media cetak dan online, pihaknya sengaja menghadirkan narasumber (mentor) yang sehari-harinya berprofesi jurnalis dan sudah berpengalaman secara profesional mengelola media di derah ini.

Adapun narasumber yang dihadirkan panitia terdiri atas Rusli Kadir dan Jurlan Em Saho’as.

Keduanya pernah mengelola salah satu media ternama di Sulsel yakni Harian Pedoman Rakyat sebagai redaktur.

Selain itu juga menghadirkan Irfan Sanusi, pemerhati medsos dan desain online.

Ketiganya selama dua hari membimbing peserta dengan materi utama penulisan berita di media cetak dan online, penulisan reportase dan feature news, serta pemanfaatan media sosial secara kreatif dan produktif. (*)

Citizen Reporter H. Jurlan Em Saho’as, Narasumber Pendidikan Jurnalistik IKA Ma’arif NU Bantaeng Melaporkan dari Bantaeng

Editor: Insan Ikhlas Djalil
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved