IPA Pattontongan Mengering, 7.000 Pelanggan PDAM Maros Krisis Air Bersih

Instalasi air milik PDAM Maros itu untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga, di Kecamatan Mandai, Marusu, Tanralili dan sekitarnya.

IPA Pattontongan Mengering, 7.000 Pelanggan PDAM Maros Krisis Air Bersih
TRIBUN TIMUR/AMIRUDDIN
Kondisi terkini Bendungan Lekopancing di Kabupaten Maros, Sabtu (28/9/2019) 

TRIBUNMAROS.COM - Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongan di Kabupaten Maros, tidak beroperasi total sejak dua pekan terakhir.

IPA Pattontongan terakhir beroperasi, Rabu (18/9/2019).

Instalasi air milik Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Maros itu untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga, di Kecamatan Mandai, Marusu, Tanralili dan daerah sekitar.

Direktur PDAM Maros Abdul Baddar mengatakan, IPA Pattontongan tak lagi beroperasi karena tidak ada suplai air dari Bendungan Lekopancing, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu.

Baca: Kado Ultah? Lihat Tanggal Lahir dan Pelantikan Puan Maharani, Sufmi, Cak Imin, Rachmat Gobel di DPR

Baca: Cegah Kebakaran Hebat, Damkar Maros Ajari Warga Leang-leang Padamkan Api Secara Mandiri

Baca: Mau Ngopi Pasca Demo di DPRD Sulsel? Dapur Ini Disiapkan untuk Massa, Brimob jadi Pelayan

"Tak ada lagi suplai air dari Bendungan Lekopancing, makanya IPA Pattontongan mati total. Hampir dua pekan tak lagi beroperasi," kata Abdul Baddar kepada Tribun, Selasa (1/10/2019).

Akibatnya, kata dia, sekitar tujuh ribu pelanggan PDAM Maros di tiga kecamatan kesulitan memperoleh air bersih.

"Kalau tujuh ribu pelanggan, kita estimasikan lima orang per rumah tangga. Jadi ada sekitar 35 ribu warga Maros, yang kesulitan memperoleh air bersih," ujar Baddar.

Selain karena Bendungan Lekopancing mengering, adanya kebocoran di instalasi menuju IPA Pattontongan memperparah kondisi itu.

Kebocoran karena faktor alam dan ulah manusia.

"Tak beroperasinya IPA Pattontongan, tentu berdampak kepada pelayanan kami. Bukan hanya itu, PDAM Maros juga pasti ikut rugi," tutur Baddar.

Halaman
123
Penulis: Amiruddin
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved