Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

G30S/PKI - Sikap Soekarno Bikin Soeharto Membabi Buta Tumpas PKI dan Blak-blakan Wadan Cakrabirawa

Mengenang peristiwa G30S/PKI, beginilah sikap Soekarno yang bikin Soeharto membabi buta tumpas komunis hingga blak-blakan Wakil Komandan Cakrabirawa.

Editor: Edi Sumardi
ARSIP/HANDOVER
Soeharto dan Soekarno. 

Hari mulai gelap, belum ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan.

Generator milik Cakrabirawa dihidupkan untuk menerangi proses penggalian.

Lewat tengah malam mulai tercium bau tak sedap.

Setelah penggalian cukup dalam dan terus digali, akhirnya ditemukan sebuah tangan.

Penggalian dihentikan sementara karena orang-orang tidak tahan dengan bau yang keluar dari sumur.

Setelah berunding dengan CI Santoso, disepakati untuk melaporkan hal itu kepada Pangkostrad Mayjen Jenderal Soeharto guna instruksi selanjutnya.

Dan, untuk penggalian selanjutnya, diperlukan tenaga dan peralatan khusus misalnya masker dan tabung oksigen seperti yang dimiliki pasukan katak KKO.

Saat itu sudah pukul 03.00 WIB.

“Rombongan saya pulang untuk shalat subuh dan istirahat karena mulai merasa flu,” kata Maulwi.

“Selanjutnya, saya perintahkan Letnan Kolonel Marokeh Santoso, Kepala Staf Resimen Cakrabirawa, untuk menggantikan dan mewakili saya. Jadi, tidak benar sama sekali, berita yang mengatakan bahwa Presiden Soekarno mengetahui peristiwa penculikan G30S itu. Dan, tidak pernah ada perintah Presiden kepada kami untuk menghilangkan jejak para jenderal yang diculik.”(intisari)

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved