BPJS Ketenagakerjaan Palopo Santuni Peserta Kecelakaan Kerja di Luwu

BPJS Ketenagakerjaan Palopo Santuni Peserta Kecelakaan Kerja di Luwu.BPJS Ketenagakerjaan melakukan rapat KSO bersama Pemerintah Kabupaten Luwu.

BPJS Ketenagakerjaan Palopo Santuni Peserta Kecelakaan Kerja di Luwu
TRIBUN TIMUR/DESY ARSYAD
BJPS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan peserta kecelakaan kerja diwakili Aisisten III Bupati Luwu, Baso Baharuddin, di ruang pola Andi Kambo Kantor Bupati Luwu, Jl Jenderal Sudirman, Kompleks Perkantoran Pemkab Luwu, Kecamatan Belopa, Senin (30/9/2019). 

BPJS Ketenagakerjaan Palopo Santuni Peserta Kecelakaan Kerja di Luwu

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - BPJS Ketenagakerjaan melakukan rapat kerja sama operasional (KSO) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu.

Rapat ini berlangsung di ruang pola Andi Kambo Kantor Bupati Luwu, Jl Jenderal Sudirman, Kompleks Perkantoran Pemkab Luwu, Kecamatan Belopa, Senin (30/9/2019).

Dalam sambutannya, Kepala Kantor BPJSKT Cabang Palopo, Robby mengatakan, pihaknya tak hanya membackup biaya pengobatan.

BJPS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan peserta kecelakaan kerja diwakili Aisisten III Bupati Luwu, Baso Baharuddin, di ruang pola Andi Kambo Kantor Bupati Luwu, Jl Jenderal Sudirman, Kompleks Perkantoran Pemkab Luwu, Kecamatan Belopa, Senin (30/9/2019).
BJPS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan peserta kecelakaan kerja diwakili Aisisten III Bupati Luwu, Baso Baharuddin, di ruang pola Andi Kambo Kantor Bupati Luwu, Jl Jenderal Sudirman, Kompleks Perkantoran Pemkab Luwu, Kecamatan Belopa, Senin (30/9/2019). (TRIBUN TIMUR/DESY ARSYAD)

Tetapi juga memberikan santunan kepada peserta yang mengalami kecelakan kerja.

"Selain memberikan biaya pengobatan sampai sembuh atau dinyatakan cacat oleh dokter atau meninggal, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan sementara tidak mampu bekerja, transportasi, santunan cacat fungsi dan beasiswa bagi tenaga kerja yang meninggal karena kecelakaan kerja" ujarnya.

Santunan sementara tidak mampu bekerja ini diberikan sebesar 100 persen sesuai gaji yang dimasukkan pada enam bulan pertama.

Kemudian 75 persen di bulan berikutnya, dan selanjutnya 50 persen.

Dia juga menjelaskan peningkatan Coordination of benefits (COB) antara, BPJS Ketenagakerjaan, Jasaraharja, dan BPJS Kesehatan.

Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas yang menanggung pengobatan pertama adalah Jasaraharja sesuai dengan limit.

Halaman
12
Penulis: Desy Arsyad
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved