Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berita Viral

Begini Nasib Polisi Penabrak Mahasiswa Makassar, Karier Kapolda Sulsel Taruhan Padahal Baru Dilantik

Begini Nasib Polisi Penabrak Mahasiswa Makassar, Karir Kapolda Sulsel Taruhan Padahal Baru Dilantik

Tayang:
Editor: Mansur AM
darul/tribun-timur.com
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, saat berkunjung ke kantor redaksi Tribun Timur Jl Cenderawasih Kota Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Karier Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe taruhannya.

Setelah viral video mobil polisi menabrak mahasiswa Makassar saat menangani unjuk rasa di Jl Urip Sumoharjo Makassar Jumat 27/9/2019) malam.

Padahal Irjen Mas Guntur Laupe belum sebulan menjabat sebagai Kapolda Sulsel.

Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe mengunjungi salah satu mahasiswa korban kekerasan oknum polisi.
Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe mengunjungi salah satu mahasiswa korban kekerasan oknum polisi. (darul/tribun-timur.com)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah mencopot tiga kapolda karena dinilai tidak maksiimal menangani aksi yaitu Kapolda Riau, Sultra, dan Papua

Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan tersebarnya video mahasiswa Makassar terlindas mobil taktis Video mahasiswa Makassar terlindas mobil taktis polisi itu salah satunya diviralkan oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada Jumat (27/9/2019) malam.

Dalam video tersebut, tampak ratusan pengunjuk rasa berlarian saat suara sirine mobil taktis terdengar.

Baca: Jadwal Live MotoGP 2019 Trans 7 Thailand Sirkuit International Chang, Marquez Kian Kokoh di Puncak?

Namun sayang, ada pengunjuk rasa yang masih berdiri di tengah jalur mobil taktis tersebut.

Setelah ditelusuri, ternyata video viral tersebut benar terjadi.

Mengutip Tribun Makassar, korban yang terlindas mobil taktis tersebut bernama Dicky Wahyudi (29).

Dicky Wahyudi merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa Makassar yang sedang ikut berunjuk rasa di Jl Urip Sumoharjo, Makassar, pada Jumat (27/9/2019) malam.

Baca: Polisi di Makassar Diduga Pakai Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya? Pengakuan Mahasiswa Korban

Usai ditabrak oleh kendaraan kepolisian, mahasiswa semester empat itu langsung dilarikan ke Ruang Operasi Rumah Sakit Ibnu, Sina, Makassar, Sulawesi Selatan.

Rekan Dicky sekaligus Ketua Bem Fakultas Hukum Universitas Bosowa, Ewaldo Aziz (22) kini menemani Dicky yang kini dirawat di RS Ibnu Sina Makassar.

"Yang luka itu, mata kanan bengkak, tulang rusuk bagian kanan remuk dan bagian wajah alami luka lecet," ungkap Aziz.

Baca: Polisi di Makassar Diduga Pakai Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya? Pengakuan Mahasiswa Korban

Meski sudah dioperasi pada Jumat Malam, Dicky rencananya akan dioperasi lagi .

"Sudah operasi tadi malam waktu dibawa kesini.

"Tapi saya ketemu mamanya tadi, dia bilang mau dioperasi lagi untuk diangkat cairan gas air mata di paru-parunya," jelas Aziz.

Baca: Polisi di Makassar Diduga Pakai Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya? Pengakuan Mahasiswa Korban

"Kami dari BEM Fakultas Hukum, mengecam tindakan kepolisian khususnya Polda Sulsel terkait pengawalan aksi.

"Kepolisian sepatutnya hanya mengawal tentunya dengan SOP, bukan malah melakukan tindakan anarkis dengan menabrak rekan kami," ucap Aziz.

Di sisi lain, kabar tertabraknya Dicky Wahyudi oleh mobil taktis kepolisian sudah dikonfirmasi oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe.

Baca: Polisi di Makassar Diduga Pakai Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya? Pengakuan Mahasiswa Korban

"Benar, mahasiswa namanya Dicky. Saya sudah ketemu orangtuanya," ungkap Guntur, dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

Menurut pengamatannya, Guntur menduga jika korban tak bisa melihat kendaraan taktis melintas karena tebalnya asap dari gas air mata yang ditembakkan polisi.

"Kejadian saat itu ada tembakan gas air mata mungkin dia juga panik tiba-tiba kena mata karena ada kabut, sehingga dia tidak lihat (mobil)," terang Guntur.

Baca: Polisi di Makassar Diduga Pakai Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya? Pengakuan Mahasiswa Korban

Selaku Kapolda Sulsel, Guntur mengakui jika situasi di lapangan saat bentrokan terjadi cukup menyulitkan petugas yang berjaga.

Meski begitu, Guntur tetap menginstruksikan penyidik untuk tetap memeriksa pengemudi mobil taktis tersebut.

Baca: Polisi di Makassar Diduga Pakai Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya? Pengakuan Mahasiswa Korban

Baca: Jadwal Live MotoGP 2019 Trans 7 Thailand Sirkuit International Chang, Marquez Kian Kokoh di Puncak?

"(Pengemudi) lagi diperiksa," pungkasnya.  Guntur Laupe berjanji mengusut kasus ini secara tuntas.

Nasib Dicky Wahyudi Mahasiswa Makassar Ditabrak Randis Polisi

Dicky Wahyudi (19) mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa (Unibos) masih terbaring di dalam ruang operasi RS Ibnu Sina Makassar, Sabtu (28/9/2019) siang.

Pantauan awak tribun, pukul 15.05 Wita, sejumlah keluarga dan teman-teman sekampusnya memadati ruang tunggu operasi .

Dicky Wahyudi terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi akibat ditabrak kendaraan taktis polisi saat unjukrasa ricuh di Jl Urip Sumoharjo, Jumat malam.

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bosowa, Ewaldo Aziz (22) mengungkapkan, sebelum peristiwa tersebut, Dicky sapaan Dicky Wahyudi sedang menuju ke halaman kampus, setelah berunjukrasa damai di depan DPRD Sulsel.

Bassitoayya Santap Makanan Jepang di Sushi Marru

Ambil Formulir di PAN, Mantan Sopir Bupati Ingin Maju Pilkada Luwu Utara

Ringankan Beban Masyarakat, Kodam Hasanuddin Gelar Baksos Peringati HUT ke-74 TNI

Namun, nahas, Dicky yang berada di barisan belakang belum sempat memasuki halaman kampus.

Ia pun tertahan di luar kampus saat terjadi lemparan dari arah Jl poros Urip Sumoharjo ke titik kumpul polisi,l di bawah Fly over.

"Sebelum bentrok itu terjadi, kita pulang dari DPRD sudah menujuk ke dalam halaman kampus. Tapi ini Dicky di belakang jadi dia masih berada di luar waktu bentrok terjadi," katanya.

Suasana pasca rusuh di kawasan Fly Over Makassar malam ini
Suasana pasca rusuh di kawasan Fly Over Makassar malam ini (saldy/tribun-timur.com)

"Ia (Dicky) sama kelompok massa lain pun dipukul mundur ke depan UMI, sampai depan kantor Gubernuran," ujar Ewaldo Aziz.

Saat di sekitar depan kantor Gubernur Sulsel, Dicky pun tertabrak oleh kendaraan taktis polisi.

"Di sekitar depan gubernuran itu semelam, dia  tertabrak. Itu juga dikuatkan dengan video yang tersebar di grup whatsApp teman-teman," ujarnya.

Akibat kejadian itu, kata Ewaldo, Dicky mengalami luka yang cukup serius.

Bassitoayya Santap Makanan Jepang di Sushi Marru

Ambil Formulir di PAN, Mantan Sopir Bupati Ingin Maju Pilkada Luwu Utara

Ringankan Beban Masyarakat, Kodam Hasanuddin Gelar Baksos Peringati HUT ke-74 TNI

"Yang luka itu, mata kanan bengkak, tulang rusuk bagian kanan remuk dan bagian wajah alami luka lecet," kata Ewaldo Azis.

Akibat luka yang dialami,  Dicky harus menjalani operasi.

Ia dioperasi beberapa saat setelah kejadian. Namun rencananya akan menjalani operasi kedua.

"Sudah operasi tadi malam waktu dibawa kesini. Tapi saya ketemu mamanya tadi, dia bilang mau dioperasi lagi untuk diangkat cairan gas air mata di paru-parunya," ujar Ewaldo.

Peristiwa tertabraknya Dicky oleh rantis polisi dikecam Ewaldo Aziz.

Menurutnya, penabrakan terhadap demonstran menggunakan kendaraan taktis tidak sepatutnya dilakukan pihak kepolisian dalam mengamankan jalannya unjukrasa.

"Kami dari BEM Fakultas Hukum, mengecam tindakan kepolisian khususnya Polda Sulsel terkait pengawalan aksi," katanya.

"Kepolisian sepatutnya hanya mengawal tentunya dengan SOP, bukan malah melakukan tindakan anarkis dengan menabrak rekan kami," tegasnya.

Ia pun berharap agar oknum polisi yang mengemudikan rantis saat melakukan penabrakan dapat diproses hukum.

"Kalau perlu dicopot," ujarnya.

Polisi bubarkan bentrok mahasiswa dan warga di depan kampus Unismuh, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (25/09/2019) pukul 00.05 Wita.
Polisi bubarkan bentrok mahasiswa dan warga di depan kampus Unismuh, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (25/09/2019) pukul 00.05 Wita. (muslimin emba/tribun-timur.com)

Terpisah, sepupu Dicky, Syarif (40) mewakili pihak keluarga menyayangkan aksi penabrakan mobil polisi terhadap korban.

Menurutnya, aksi itu tidak perlu dilakukan polisi.

"Mewakili pihak keluarga, kita tentu sayangkan kejadian ini. Mungkin harusnya polisi tidak sampai harus menabrakan ke Dicky," ujar Syarif.

Terlebih kata, Syarif, Dicky belum lama ini ditinggal ayahnya Tamsil, yang meninggal dunia pada April 2019 lalu.

Aksi demonstrasi di Makassar berunjuk bentrok, Jumat (27/9/2019) Malam.
Aksi demonstrasi di Makassar berunjuk bentrok, Jumat (27/9/2019) Malam. (alfian/tribun-timur.com)

"Belum lapami meninggal bapaknya (Tamsil) itu kasihan, baru anak satu-satunya. Makanya mamanya (Nurbaeti) kayak teruama sekali," ujarnya.

Syarif pun mengaku menyerahka sepenuhnya kasus itu ke kepolisian dan pihak kampus untuk mengambil sikap.

"Kalau bisa diproses juga itu yang menabrak. Kita serahkan juga kepada pihak kampusnya seperti apa kedepannya," kata Syarif.

Bassitoayya Santap Makanan Jepang di Sushi Marru

Ambil Formulir di PAN, Mantan Sopir Bupati Ingin Maju Pilkada Luwu Utara

Ringankan Beban Masyarakat, Kodam Hasanuddin Gelar Baksos Peringati HUT ke-74 TNI

Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe telah mengunjungi Dicky di ruang operasi. Hal itu dibenarkan Syarif.

Namun, ia mengaku tidak sempat bertemu lantaran saat tiba, sang kapolda telah pergi.

"Iya ada tadi katanya pak Kapolda, tapi ibunyaji yang ketemu. Saya baru datang," ungkap Syarif.

Sementara, Nurbaeti sang ibu, belum dapat ditemui lantaran ia masih terus mendampingi anaknya yang berada ruang operasi. (tribun-timur.com).

Laporan wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ditabrak Mobil Taktis Polisi Saat Demo, Mahasiswa Makassar Langsung Dibawa ke Ruang Operasi, 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved