Polisi di Makassar Diduga Pakai Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya? Pengakuan Mahasiswa Korban

Polisi di Makassar diduga pakai gas air mata kedaluwarsa, apa bahayanya? Pengakuan mahasiswa korban.

Polisi di Makassar Diduga Pakai Gas Air Mata Kedaluwarsa, Apa Bahayanya? Pengakuan Mahasiswa Korban
HANDOVER
Kemasan selongsong gas air mata yang diduga digunakan polisi untuk membubarkan massa pengunjuk rasa (demonstran) saat terjadi kericuhan di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Jumat (27/9/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Polisi di Makassar diduga pakai gas air mata kedaluwarsa, apa bahayanya? Pengakuan mahasiswa korban.

Diduga gas air mata ditembakkan polisi untuk membubarkan massa pengunjuk rasa (demonstran) saat terjadi kericuhan di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Jumat (27/9/2019), merupakan gas air kedaluwarsa.

Hal itu diketahui setelah sejumlah mahasiswa dari salah satu kampus di Jalan Urip Sumoharjo menemukan beberapa kemasan bekas selongsong gas air mata di sekitar kampusnya di Jalan Urip Sumoharjo.

Kemasan selongsong tersebut dari bahan plastik berwarna kuning, merah, dan abu-abu.

Warna membedakan jenis dan bobot gas air mata.

Dikutip dari Angkasa (majalah dirgantara), jika kemasan selongsong gas air mata warna kuning berarti jenis rubber ball dan memiliki berat 60 gram.

Warna merah berarti jenis powder dan memiliki berat 40 gram.

Warna abu-abu berarti jenis flares bomb.

Di kemasan selongsong warna kuning, tertulis kode MU53-AR A1.

Sementara, di kemasan selongsong warna abu-wabu, tertulis kode MU24-AR.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved