Usul Rp 66 Miliar Anggaran Pilkada, KPU Luwu Utara Hanya Diberi Rp 30 Miliar
Usul Rp 66 Miliar Anggaran Pilkada, KPU Luwu Utara Hanya Diberi Rp 30 Miliar
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Suryana Anas
Usul Rp 66 Miliar Anggaran Pilkada, KPU Luwu Utara Hanya Diberi Rp 30 Miliar
TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Pemerintah daerah bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara telah menyepakati Naska Perjanjian Hiba Daerah (NPHD) untuk Pilkada tahun 2020.
Penandatanganan NPHD Rp 30 miliar disaksikan Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arimahi dan Ketua Sementara DPRD Luwu Utara Hamuddin di Kantor Bupati Luwu Utara, Jumat (27/9/2019).
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyebut penyelenggaraan Pilkada sudah sering dilaksanakan sehingga pelaksanaannya seharusnya semakin berkualitas
"Saya titip anggaran yang sudah kita sepakati agar dikelola dengan baik dan apa yang kita harapkan dapat kita capai," katanya.
Ketua KPU Luwu Utara, Syamsul Bachri menyambut baik penandatanganan NPDH setelah melalui proses penjang antara KPU dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Jadi soal anggara kami sudah ada kesepakatan antara Pemda dan DPRD. Sudah kita lakukan penandatanganan NPHD oleh Pemda dan KPU," terang Syamsul.
Diberitakan sebelumnya, KPU Luwu Utara meminta anggaran yang nilainya cukup fantastis untuk menyelenggarakan Pilkada 2020.
KPU Luwu Utara mengusulkan anggaran Rp 66 miliar guna menggelar pesta demokrasi lima tahunan.
Komisioner KPU Luwu Utara, Supriadi Halim mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan eksekutif atau Pemkab Luwu Utara terkait dengan anggaran ini.
"Yang didorong KPU yakni Rp 66 miliar," kata Supriadi, Selasa (25/6/2019) lalu.
Supriadi menuturkan, usulan tersebut nilainya masih bisa berubah karena baru bersifat rancangan.
"Ini sifatnya baru rancangan," kata Supriadi.
Ia menambahkan, penyusunan rancangan berdasarkan Permendagri Tahun 2015.
"Jadi dasar itu kita pake untuk menyusun rancangan ini," katanya.
Pilkada Luwu Utara, Indah Putri Indriani dan 3 Orang Ini Perebutkan Partai Golkar
Penjaringan calon bupati/wakil bupati Partai Golkar Kabupaten Luwu Utara berakhir Jumat (27/9/2019) malam.
Dari enam bakal calon yang telah mengambil formulir, lima diantaranya mengembalikan.
Ialah petahana Indah Putri Indriani serta Andi Abdullah Rahim, Andi Sukma, dan Mahfud Yunus yang mendaftar sebagai bakal calon bupati.
Satu lainnya, Suaib Mansur mendaftar bakal calon wakil bupati.
"Hanya Nursalam (Ketua DPRD Bontang) yang tidak mengembalikan formulir," kata sekretaris tim penjaringan calon bupati/wakil bupati Partai Golkar Luwu Utara, Amrillah Todewi, Sabtu (28/9/2019).
Amrillah menuturkan, tahapan selanjutnya adalah pemberkasan formulir pendaftaran yang akan dilakukan oleh DPD II Partai Golkar Luwu Utara tanggal 28-29 September 2019.
"Lalu rapat pleno penetapan usulan bakal calon bupati/wakil bupati Luwu Utara yang dihadiri tim penjaringan DPD I Partai Golkar Sulsel yang direncanakan tanggal 3 Oktober 2019," kata Amrilllah.
Setelah pleno, berkas tersebut langsung diserahkan ke tim penjaringan Partai Golkar Sulsel dan tahapannya dilanjutkan di tingkat provinsi.
"Antara lain penelitian dan pemeriksaan berkas, wawancara, psikotest, ekspose visi misi, survei oleh lembaga survei, dan sebagainya," katanya.
Pendaftaran di Partai Golkar dibuka sejak tanggal 21 September.
Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp
Baca: Besok Ditutup! Buruan Daftar Lowongan Kerja BUMN PT Antam Tbk,Terima Fresh Graduate Lulusan 14 Prodi
Baca: Daftar Nama Pendukung Temui Presiden Jokowi di Istana Beri Masukan,Siapa Andi Gani dan Dedi Mawardi?
Baca: Sandiaga Uno Dikira Punya Mantan Istri, Siapa Dia? Sosoknya Artis Milenial dan Hadir di Tengah Demo
Baca: Anaknya Kritis Dianiaya Saat Demo, Ibu Faisal Amir Malah Ingin Bertemu dan Maafkan Pelaku, Mengapa?
Baca: Korban Rusuh Berdatangan, Tim Medis Bulan Sabit Merah di Makassar Batal Pulang
Baca: Ayu Ting Ting Ngapain Saat Syuting? Sampai Bilqis Anaknya Ogah Jadi Artis Liat Kelakuan Eks Enji
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Baca: Setelah Mahasiswa, Warga Bentrok dengan Polisi, Petasan Hingga Pasta Gigi Laris di AP Pettarani
Baca: Ditemukan di Semak-semak, Sepasang Kekasih Saluputti Tana Toraja Akhiri Hidupnya
Baca: TERNYATA Ini Penyebab Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly Mundur dari Kabinet Kerja Jokowi
Baca: Bebby Fey Bilang Maaf Setelah Ungkap Atta Halilintar Pelaku Pelecehan, Tak Bawa ke Ranah Hukum, Kok?
Baca: Dari New York Amerika Serikat, Wapres JK: Apa Kabar Makassar!
Baca: BREAKING NEWS: Hingga Pukul 23.29 Wita, Massa Blokade Jalan AP Pettarani
Baca: Penyebab Yasonna Laoly Mundur dari Menteri Hukum dan HAM, Bukan Karena Demo RUU KUHP dan UU KPK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kpu-kabupaten-luwu-utara-telah-menyepakati1.jpg)