Usulkan Adi Ahsan Jadi Wakil Ketua DPRD Majene, Ini Harapan Sekretaris Golkar
Rekomendasi itu telah diserahkan oleh Sekretaris Partai Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif pada Sekretariat DPRD Majene.
Penulis: edyatma jawi | Editor: Syamsul Bahri
AKBP Asri Effendy menegaskan, polisi akan melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait insiden tersebut.
"Hasil penyidikan yang dilakukan penyidik kami di Polres akan kita simpulkan, apakah cukup alat bukti untuk dilakukan penindakan terhadap pelaku anarkis tadi yang menyebabkan insiden ini terjadi," jelas Asri Effendy.
Saat demonstrasi ribuan mahasiswa di depan kantor DPRD Majene, lanjut Kapolres, pihaknya telah melakukan pengamanan maksimal.
Baca: Legislator Sesalkan Pengrusakan Kantor DPRD Majene, Padahal Massa Dibukakan Ruang
200 lebih personel gabungan diterjunkan. Diantaranya personel Polres dan Polsek serta prajurit TNI Kodim 1401 Majene dan Koramil, Satuan Sabhara dan Brimob Polda Sulbar.
"SOP yang dilakukan juga lebih mengedepankan pendekatan persuasif, humanis kepada demonstran. Namun juga kita melakukan tindakan yang terukur," pungkasnya.
Baca: VIDEO: Aksi Mahasiswa di Kantor DPRD Majene Berlangsung Ricuh
BREAKING NEWS: Kantor DPRD Majene Dilempari Batu, Sejumlah Kaca Pecah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Unjuk rasa mahasiswa di Kantor DPRD Majene berlangsung ricuh, Rabu (25/9/2019).
Sekolompok massa melempari Kantor DPRD Majene menggunakan batu. Kondisi ini membuat konsentrasi massa pecah.
Saudara Kandung Raja Mamuju Ancam Tutup Jalan Arteri, Ini Masalahnya
BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Sulsel Terjadi di Januari 2020 di Wilayah Barat, di Timur Kapan?
Tunggu Basmin Mattayang, Pelantikan Kepala Sekolah di Luwu Molor
BREAKING NEWS: Mahasiswa Kepung Kantor DPRD Majene
7 Kontroversi Awkarin Selebgram Cantik, Mulai Minta Diperkosa, Pacar Bunuh Diri, Bagi Nasi saat Demo
Aksi lempar batu ini membuat kaca jendela di lantai satu hingga lantai dua pecah.
Kericuhan bermula saat massa membakar ban di halaman Kantor DPRD Majene.
Polisi lalu menembakkan gas air mata untuk memecah konsentrasi massa.
Beberapa saat berselang, lemparan batu mulai menghujani kantor dewan.
Massa akhirnya berhamburan. Begitupun Polisi berlarian menghindari lemparan batu.
Sementara sejumlah anggota dewan dan staf DPRD Majene dievakuasi ke tempat aman saat demonstrasi ricuh.
Kericuhan ini berlangsung beberapa menit. Hingga akhirnya kondisi kembali normal.
Mahasiswa pun melanjutkan unjuk rasa menuntut penolakan RUU, UU dan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat. (Tribun Majene.com)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/partai-golkar-majene-muhammad-irfan-syarif.jpg)