Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Usulkan Adi Ahsan Jadi Wakil Ketua DPRD Majene, Ini Harapan Sekretaris Golkar

Rekomendasi itu telah diserahkan oleh Sekretaris Partai Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif pada Sekretariat DPRD Majene.

Penulis: edyatma jawi | Editor: Syamsul Bahri
Edyatma Jawui/Tribun Timur
Sekretaris Partai Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif menyerahkan rekomendasi penunjukan Wakil Ketua DPRD pada pejabat di Sekretariat DPRD Majene, Kamis (26/9/2019). 

AKBP Asri Effendy menegaskan, polisi akan melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait insiden tersebut.

"Hasil penyidikan yang dilakukan penyidik kami di Polres akan kita simpulkan, apakah cukup alat bukti untuk dilakukan penindakan terhadap pelaku anarkis tadi yang menyebabkan insiden ini terjadi," jelas Asri Effendy.

Saat demonstrasi ribuan mahasiswa di depan kantor DPRD Majene, lanjut Kapolres, pihaknya telah melakukan pengamanan maksimal.

Baca: Legislator Sesalkan Pengrusakan Kantor DPRD Majene, Padahal Massa Dibukakan Ruang

200 lebih personel gabungan diterjunkan. Diantaranya personel Polres dan Polsek serta prajurit TNI Kodim 1401 Majene dan Koramil, Satuan Sabhara dan Brimob Polda Sulbar.

"SOP yang dilakukan juga lebih mengedepankan pendekatan persuasif, humanis kepada demonstran. Namun juga kita melakukan tindakan yang terukur," pungkasnya.

Baca: VIDEO: Aksi Mahasiswa di Kantor DPRD Majene Berlangsung Ricuh

BREAKING NEWS: Kantor DPRD Majene Dilempari Batu, Sejumlah Kaca Pecah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Unjuk rasa mahasiswa di Kantor DPRD Majene berlangsung ricuh, Rabu (25/9/2019).

Sekolompok massa melempari Kantor DPRD Majene menggunakan batu. Kondisi ini membuat konsentrasi massa pecah.

Saudara Kandung Raja Mamuju Ancam Tutup Jalan Arteri, Ini Masalahnya

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Sulsel Terjadi di Januari 2020 di Wilayah Barat, di Timur Kapan?

Tunggu Basmin Mattayang, Pelantikan Kepala Sekolah di Luwu Molor

BREAKING NEWS: Mahasiswa Kepung Kantor DPRD Majene

7 Kontroversi Awkarin Selebgram Cantik, Mulai Minta Diperkosa, Pacar Bunuh Diri, Bagi Nasi saat Demo

Aksi lempar batu ini membuat kaca jendela di lantai satu hingga lantai dua pecah.

Kericuhan bermula saat massa membakar ban di halaman Kantor DPRD Majene.

Aksi mahasiswa berlangsung ricuh di Kantor DPRD Majene, Rabu (25/9/2019).
Aksi mahasiswa berlangsung ricuh di Kantor DPRD Majene, Rabu (25/9/2019). (Edyatma Jawui/Tribun Timur)

Polisi lalu menembakkan gas air mata untuk memecah konsentrasi massa.

Beberapa saat berselang, lemparan batu mulai menghujani kantor dewan.

Aksi mahasiswa berlangsung ricuh di Kantor DPRD Majene, Rabu (25/9/2019).
Aksi mahasiswa berlangsung ricuh di Kantor DPRD Majene, Rabu (25/9/2019). (Edyatma Jawui/Tribun Timur)

Massa akhirnya berhamburan. Begitupun Polisi berlarian menghindari lemparan batu.

Sementara sejumlah anggota dewan dan staf DPRD Majene dievakuasi ke tempat aman saat demonstrasi ricuh.

Kericuhan ini berlangsung beberapa menit. Hingga akhirnya kondisi kembali normal.

Mahasiswa pun melanjutkan unjuk rasa menuntut penolakan RUU, UU dan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat. (Tribun Majene.com)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved