Air PDAM Tak Mengalir, Warga BTP Makassar Terpaksa Mandi Pakai Air Galon
Air PDAM Tak Mengalir, Warga BTP Makassar Terpaksa Mandi Pakai Air Galon
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Suryana Anas
Air PDAM Tak Mengalir, Warga BTP Makassar Terpaksa Mandi Pakai Air Galon
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar mengeluhkan air PDAM Makassat tak mengalir beberapa hari terahir.
Utamanya bagi warga BTP Blok AD, Kelurahan Katimbang, Biringkananya, Makassar.
"Sudah 3 hari mi ini tidak mengalir air. Padahal kita sudah pakai mesin, tunggu air mengalir sampai subuh, tapi tidak mengalir-mengalir juga," ujar Mama Nana, warga BTP Blok AD, Rabu (25/9/2019) pagi.
Baca: Kemarau, Debit Air Baku PDAM Makassar Menghawatirkan, HYL Minta Tambah Bukaan Pintu Air Bili-bili
Baca: 20 Ribu Pelanggan PDAM Makassar Krisis Air Bersih
Baca: Musim Kemarau, Dua Sumber Mata Air PDAM Kering di Pangkep
Akibatnya, warga terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan air per hari.
Harga air per galon dibanderol Rp 4.000 hingga Rp 5.000.
Air galon tersebut digunakan untuk keperlian sehari-hari seperti mandi, memasak, dan cuci piring.
Warga berharap PDAM Makassar mengerahkan armadanya berupa mobil tangki air ke komplek BTP Blok AD, Makassar.
Krisis air bersih beberapa hari dirasakan di BTP Blok AD Makassar.
Harapannya kehadiran mobil tangki air PDAM yang datang menyalurkan air bersih membantu warga yang kesulitan air bersih.
Warga berharap, pihak PDAM Makassar memberikan solusi agar air segera mengalir.
Krisis Air Bersih
Sebanyak 20 ribu pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar terancam krisi air bersih.
Krisis air itu menyusul keringnya Bendungan Lekopancing dan naiknya air laut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/debit-air-di-bendung-lekopancing-musim-kemarau.jpg)