Peringatan Hari Lalu Lintas, Polres Tana Toraja Musnakan 400 Knalpot Racing
Di hadapan Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait, ratusan knalpot racing tersebut dimusnahkan dengan menggunakan alat berat (digilas).
Penulis: Tommy Paseru | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE--Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Tana Toraja memusnakan 400 Knalpot racing atau brong di halaman Mako Polres Tana Toraja, Senin (23/09/2019).
Di hadapan Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait, ratusan knalpot racing tersebut dimusnahkan dengan menggunakan alat berat (digilas).
Tipikor Polres Pangkep Geledah Kantor BPBD dan Gudang Logistik
Kukuhkan Pengurus FKUB, Begini Pesan Wagub Sulsel
Api Hanguskan 2 Rumah Panggung, 1 Motor, dan Uang Tunai Rp 20 Juta di Pammana Wajo
150 Peserta Ramaikan Seleksi PSM Putri
Kades Bulu Tellue Bagikan Sembako ke Korban Kebakaran
400 knalpot brong tersebut merupakan hasil sitaan Sat Lantas Polres Tana Toraja dalam operasih rutin cipta kondosi yang digelar.
Selain itu, pemusnahan knalpot dalam rangka peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64 Polres Tana Toraja tahun 2019.
"Sekitar 400 knalpot bising yang disita hasil dari pelaksanaan operasi rutin cipta kondisi dan peringatan ulang tahun Lalu Lintas ke 64 Polres Tana Toraja," kata Kasat Lantas Polres Tana Toraja, AKP. Andi Tanri Abeng.
Sementara, Kapolres Tana Toraja mengatakan, pemusnahan tersebut sebagai wujud menjawab keresahan masyarakat dengan adanya knalpot racing yang sangat menggangu.
"Polres Tana Toraja melalui jajaran Sat Lantas, berkomitmen kuat untuk mewujudkan harapan masyarakat, termasuk penindakan terhadap penggunaan knalpot bising yang meresahkan masyarakat," tutur Julianto P. Sirait.
Diketahui, berbagai hal telah dilakukan oleh jajaran Sat Lantas dalam menekan penggunaan knalpot bising.
Seperti, menyebarkan imbauan, sosialisasi melalui media sosial, bermitra dengan berbagai komunitas pengguna kendaraan, hingga tindakan penyitaan melalui operasi cipta kondisi.
"Diharapkan melalui berbagai hal yang dilakukan ini dapat mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran dari pengguna kendaraan untuk tidak menggunakan knalpot bising," ungkap Kapolres. (*)
Cabai Merah Jenis Katokkon di Tana Toraja Capai 80 Ribu Per Kilogram
Musim kemarau di Tana Toraja, juga berdampak terhadap kenaikan harga sembako, Jumat (20/9/2019).
Kenaikan harga sembako ini terjadi pada sektor holtikultura jenis cabai merah dan Lada 'Katokkon' (cabai khas Toraja).
Jabat Ketua DPRD Sulsel Sementara, Andi Ina Kartika Bilang Begini
HUT Lantas ke-64, Satlantas Polres Enrekang Berikan Bantuan Warga Kurang Mampu
Bejatnya Pria Ini Bunuh Perawat Gegara Nolak Berhubungan Badan, Nekat Mau Perkosa Mayatnya Pula
Soal Proyek Irigasi di Apreng II Sinjai Bernilai Rp 16 M, Pemprov: Ada Oknum Minta Uang
Ular Berkaki Empat Ditemukan Hangus Terpanggang Akibat Kebakaran Hutan di Riau, Ini Fakta Sebenarnya
Pantauan TribunToraja di Pasar Sentral Makale, harga lada katokkon dengan harga normal Rp. 25.000 per kilogram kini seharga 70 hingga 80 ribu per kilogram.
Dikonformasi Tribun, salah seorang pedagang di pasar sentral Makale ibuk Rida (44) mengatakan, kenaikan harga pada lada katokkon sudah terjadi selama dua bulan (seiring dengan musim kemarau).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/knalpot-racing-atau-brong-dimusnahkan.jpg)