Kerap Dijanji Pengerukan, Nelayan Kampong Nipa Kecewa ke Pemda dan DPRD Bulukumba

Pasalnya, pengerukan muara sungai Bialo di Kelurahan Bentenge, hanya menjadi 'janji manis' pemerintah dan DPRD Bulukumba.

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Nelayan Kampong Nipa, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, mengaku kecewa kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba.

Pasalnya, pengerukan muara sungai Bialo di Kelurahan Bentenge, hanya menjadi 'janji manis' pemerintah dan DPRD Bulukumba.

Hal tersebut disampaikan oleh kelompok nelayan Kampong Nipa, Akbar, saat ditemui, Senin (23/9/2019).

Profesor Hukum ini Akui Kehebatan Mulan Jameela, Jadi Anggota DPR RI padahal Suaranya Urutan ke-5

BI Turunkan DP Rumah, Ketua DPD REI Sulsel:Mudahkan Masyarakat Miliki Rumah Komersil

New Sienta Hadir dengan Interior dan Exterior Baru

Menurut Akbar, janji pengerukan tersebut sudah disampaikan ke nelayan sejak tahun 2006 silam, tepatnya pasca banjir bandang melanda Bulukumba kala itu.

"Kita pastinya kecewa karena di janji terus mau di keruk, sudah berapa kali ditinjau, tapi kenyataannya tidak ada. Ini sudah sejak tahun 2006," kata Akbar.

Akibatnya, nelayan sekitar tak dapat melaut tepat waktu, karena harus menunggu air laut pasang.

"Kalau datang melaut, harus jam satu malampi baru bisa masuk. Itupun harus antre, karena dangkal toh," tambahnya.

Ketua Komunitas Pecinta Alam (KPA) Bulukumba Sudirman, juga menyesalkan Pemda Bulukumba, yang tidak memperhatikan aspirasi rakyatnya.

Menurutnya, Pemda Bulukumba tidak pro aktif dalam menanggapi keluhan warganya.

Dirman, sapaannya, mengaku kesal dengan Kepala Dinas PSDA Bulukumba, Andi Zulkifli Indrajaya, yang ia nilai terkesan tertutup.

Halaman
123
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved