Begini Cara DPPPA Sulsel Cegah Konten Pornografi Masuk Desa

Olehnya itu, dengan pelibatan perangkat desa, bisa melakukan pengawasan terhadap penggunaan smartphone kepada anak-anak.

Begini Cara DPPPA Sulsel Cegah Konten Pornografi Masuk Desa
saldy/tribun-timur.com
Kadis PPPA Ilham A Gasaling. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sulawesi Selatan melibatkan perangkat desa dalam mencegah konten pornografi yang mudah diakses melalui smartphone.

Kepala Dinas PPPA Sulsel, Andil Ilham A Gasaling, mengatakan seiring dengan majunya era digital ini, konten pornografi juga semakin merajalela.

Olehnya itu, dengan pelibatan perangkat desa, bisa melakukan pengawasan terhadap penggunaan smartphone kepada anak-anak.

Baca: Video Wanita Pirang Telanjang Dada di Bekasi, Apakah Terancam UU Pornografi! Begini Penjelasan Ahli

Ilham mengatakan, pihaknya baru-baru ini melakukan kesepakatan dengan perangkat desa.

"Jadi baru-baru ini kita gelar pertemuan di Condotel Hotel Karebosi Makassar. Disitu dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Kepala Dinas PPPA Se-Sulsel dan Kepala Desa/Kelurahan Percontohan Kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)," katanya via WhatsApp ke tribun, Minggu (22/9/2019).

Menurutnya, penyebaran konten pornografi di kalangan anak saat ini berlangsung dengan sangat cepat. Hal ini tidak lepas dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang bahkan sudah masuk hingga ke pelosok pedesaan.

Baca: Setelah Dilaporkan Kasus Pornografi, Kabar Buruk Menimpa Hotman Paris, Konflik dengan Pengacara Lain

"Di satu sisi perkembangan IT ini bagus untuk kemajuan masyarakat, tapi di sisi lain juga menimbulkan persoalan lain, salah satunya terkait dengan penggunaan gadget bagi anak-anak yang menjadi salah satu media bagi mereka bisa mengakses konten pornografi," jelasnya.

Selain itu, lanjut Ilham, tidak bisa dipungkiri jika sikap dan kepribadian masyarakat sekitar yang begitu permisif juga menjadi salah satu penyebab mudahnya anak-anak mengakses konten pornografi ini.

"Selama ini, intervensi yang dilakukan masih terbatas pada unsur-unsur Pemerintah. Sementara peran Desa/Kelurahan sebagai lokus terjadinya dampak pornografi termasuk masyarakat umum, keluarga dan orangtua belum terlibat aktif, juga termasuk lembaga non pemerintah, media dan dunia usaha," ungkapnya.

Baca: Inilah Satu Video Panas dari 390 Bukti Hotman Paris Hutapea Sebarkan Konten Pornografi di Instagram

Untuk itu, jelas Ilham, pada bulan Februari 2019 Kementerian PPPA RI bekerjasama dengan ECPAT Indonesia dan Google Indonesia melakukan penguatan kapasitas masyarakat, lembaga/organisasi perlindungan anak dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dalam isu pencegahan eksploitasi seksual anak secara online.

Halaman
1234
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved