WAWANCARA EKSKLUSIF
Nakhodai Sinjai, Andi Seto Senang Punya 2 Mentor Senior. Siapa Dia?
Selama setahun Seto memimpin bersama Wakil Bupati Andi Kartini Ottong, PAD Sinjai naik Rp 15 miliar, dari Rp 75 M (tahun 2017) menjadi Rp 90 miliar.
TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR-Akhir November 2019 nanti, Andi Seto Gadhista Asapa baru berusia 36 tahun. Pekan depan, pas setahun Seto memimpin Kabupaten Sinjai. Dia dilantik menjadi Bupati Sinjai priode 2018-2023 di Baruga Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas) oleh Gubernur Sulsel M Nurdin Abdullah, 26 September 2018.
Selama setahun Seto memimpin bersama Wakil Bupati Andi Kartini Ottong, PAD Sinjai naik Rp 15 miliar, dari Rp 75 M (tahun 2017) menjadi Rp 90 miliar.
Seto mengaku masih masih butuh bimbingan keluarga, khususnya ayah dan mertua.
HEBOH & VIRAL, Kakek 57 Tahun Nikahi ABG 16 Tahun, Kasus Lain Pemuda 25 Tahun Nikahi Janda 50 Tahun
2 Xmax dan 3 Yamaha Maxi Jajal Destinasi Wisata Bulukumba
Dukung Industri Kreatif, dr Fadli Ananda Nobar Film Pendek Sama Dengan di Maccini Gusung
PSM vs PS Tira Persikabo, Begini Prediksi Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir
Temui Presiden Jokowi, Imam Nahrawi Mundur sebagai Menpora Usai Jadi Tersangka, Siapa Penggantinya?
Ayah Seto adalah Bupati Sinjai dua periode (2003-2013), Andi Rudiyanto Asapa. Sedangkan mertuanya adalah guru politik sejumlah kepala daerah dan mantan kepala daerah di Sulsel, AM Nurdin Halid.
“ Sebagai orangtua, ada kalanya beliau menjadi mentor saya. Kalau saya sedang mentok atau tak ada teman dapat dan berbagi info, saya bertanya ke beliau,” ujar Andi Seto di Redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Senin (16/9/2019).
Andi Seto silaturahmi ke Tribun didampingi Plt Kepala Dinas Kominfo Sinjai Irwan Suaib, Kabag Humas Sinjai Tamzil Binawan, Kasubag Pemberitaan Humas Pemkab Usman Balo, dan sejumlah staf.Sekitar satu jam, Andi Seto mengungkapkan bagaimana sang ayah dan mertua memberi wejangan saat menghadapi masalah dalam pemerintahannya. Ia juga mengungkapkan program-program andalan.
Berikut wawancara eksklusif Fahrizal Syam dari Tribun Timur dengan Andi Seto:
Sebentar lagi Anda setahun menjabat Bupati Sinjai sejak dilantik 26 September 2018 lalu. Bagaimana rasanya jadi bupati dibanding dulu sebagai anak bupati?
Waktu jadi anak bupati, saya tak banyak ikut campur, apalagi saya kuliah di luar (Australia). Terus terang, menjadi bupati, setelah satu tahun baru saya rasa perlunya ikhlas betul jadi pemimpin. Kalau tak ikhlas, banyak ganjalan di hati. Kita selalu berusaha melakukan yang terbaik, tapi masih banyak yang tak suka. Jadi kita belajar ikhlas, membuat yang terbaik. Setiap kebijakan pasti ada pro dan kontra, jadi kita lakukan saja sebaiknya. Nanti hasilnya kita lihat.
Nah, hampir setahun menjabat Bupati Sinjai, apa yang menurut Pak Bupati sudah benahi di Sinjai?
Banyak hal yang sudah kami lakukan di beberapa sektor seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.
Untuk peternakan, tahun ini kami program pembayaran ansuransi gratis ke peternak. Kami gratiskan asuransi sapi sebanyak 10 ribu ke peternak, dengan syarat sapinya mau diinseminasi buatan.
Selain itu kita juga sudah kirim sapi keluar daerah sampai 10 ribu ekor per tahun, seperti ke Gorontalo, dan Kalimantan. Harapannya tahun depan, kita tambahan 10 ribu lagi. Belum lagi ditambah KUR peternakan yang mencapai 4000 orang penerima. Sekarang di Sinjai banyak yang pakai sapi untuk agunan kredit.
Seperti apa KUR peternakan itu?
KUR di kabupaten tak hanya diberikan ke koperasi dan UMKM, tapi juga bisa ke perternakan, pertanian, dan perikanan. Nelayan bisa ambil KUR.
Kami membimbing nelayan yang mau ambil KUR. Di kabupaten itu anyak mau usaha tapi modalnya yang tidak ada.
Saya sudah menggalakkan, tim percepatan akses keuangan daerah, awal tahun sudah dibentuk, tim ini sekarang melalui bank dn OJK yang bergerak, termasuk KUR itu tadi.
Berapa banyak masyarakat Sinjai menerima manfaat KUR ini?
Sembilan kecamatan di Sinjai, dengan sekitar 1900 binaan penerima KUR. Kami kerjasamakan dengan bank, pertanian, ada juga pengusaha langsung.
Kami anggap di Sinjai, petani adalah bentuk usaha. Sampai sekarang kami berusaha kalau ada kegiatan ekonomi, kami dorong untuk masyarakat Sinjai terlibat.
Selama setahun ini, apa saja yang menurut Pak Bupati masih perlu digenjot untuk dibenahi?
Kami ingin terus meningkatkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, tahun ini program pembayaran ansuransi gratis ke peternak juga akan terus kami tingkatkan.
Bagaimana dengan PAD Sinjai. Ada kenaikan sejak Pak Seto menjabat Bupati Sinjai?
PAD kami dulu tahun 2017 sebesar Rp 75 miliar. Sekarang Rp 90 miliar dengan Rp APBD 1,1 triliun.
Apa saja yang bupati lakukan untuk menggenjot kenaikan PAD Sinjai?
Banyak hal kami lakukan untukeninhkatkan PAD, antara lain bagaimana pengambilan pajak kami, yang mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik. Khusus PBB di desa-desa juga berlalan baik, lebih baik dari tahun lalu.
Kami juga mencoba kerja sama dengan KPK, rumah makan di Sinjai kami terapkan mobile payment sistem online. Kami dapatkan langsung dari bank Sulsel, sekarang sudah ada 21 unit.
Jadi rumah makan yang selama ini bayar Rp 100 ribu, bisa meningkat sampai Rp 1 juta. Itu semua bisa mendukung peningkatan PAD.
Boleh kami tahu apa saja program Pak Bupati terkait pengembangan wisata di Sinjai?
Untuk pariwisata, kami sedang fokus untuk membenahi wisata di Tongke-tongke di kecamatan Sinjai Timur dan Tahura Sinjai Borong. Keduanya kami anggap memiliki potensi untuk dikembangkan.