WAWANCARA EKSKLUSIF
Nakhodai Sinjai, Andi Seto Senang Punya 2 Mentor Senior. Siapa Dia?
Selama setahun Seto memimpin bersama Wakil Bupati Andi Kartini Ottong, PAD Sinjai naik Rp 15 miliar, dari Rp 75 M (tahun 2017) menjadi Rp 90 miliar.
Di bidang kesehatan, apa yang Anda programkan untuk masyarakat?
Kami punya program Jamkesda Plus, pelaksanaan UHC, semua masyarakat Sinjai ditanggung BPJS. Kami juga berfikir masyarakat tak perlu ke rumah sakit atau tidak sakit. Makanya kami jalankan program home care dan home visit. 2000 tenaga sukarela datang ke dusun, kami beri insentif Rp350 per bulan, angka yang cukup untuk di desa.
Mereka datang mendata di rumah, memeriksa kondisi kesehatan, dan melaporkan untuk diberi upaya preventif. Sehingga masyarakat tak perlu ke rumah sakit.
Kami juga ada rumah singgah di Makassar, untuk warga miskin Sinjai yang di Makassar. Midalnya yang baru perawatan di rumah sakit, bisa rawat jalan di rumah singgah. Ini bukan untuk pasien saja, tapi keluarga pasien miskin juga bisa memanfaatkan rumah singgah ini.
Sinjai masuk daerah yang angka stunting cukup tinggi, bagaimana upaya Anda menekan itu?
Sekarang kita berada di posisi ke-6 angka stunting, dulu kita pernah di posisi ke-2. Kita sudah lakukan banyak hal termasuk program home care dan home visit, tapi stunting kan banyak disebabkan juga karena kondisi tempat tinggal.
Kita paling banyak terima program sanitasi, karena masih banyak masyarakat miskin Sinjai yang MCK-nya tak bagus.
Tahun ini perhatian kami air bersih, karena selama ini di Sinjai air bersih kurang baik. Ada PDAM, tapi kondisinya pun kurang bagus saat ini, air baku kering.
Tahun ini sumber air Balantieng sudah selesai, ini nantinya bisa mencakup 7 kecamatan. Harapan kami masalah kesehatan lingkungan bukan masalah lagi dengan tersedianya sumber air.
Kabarnya Anda memiliki perizinan sendiri yang baru diluncurkan untuk nelayan Sinjai, bisa dijelaskan?
Kami punya perizinan nelayan, karena selama ini perizinan ditarik ke provinsi. Itu jadi keluhan warga waktu saya kampanye. Setelah terpilih, kita studi, bisa tidak perizinan tanpa ke Makassar. Saya ajak PTSP dan pihak terkait diskusi, rupanya perizinan nelayan kalau ada kemauan bisa dilakukan di daerah.
Perizinan rupanya lebih banyak lewat online, kalau begtu kan bisa, kita siapkan kantor dan SDA-nya. Tinggal minta kelegowoan provinsi untuk memberi akses perizinan di sinjai, dengan kami siapkan kantor dan tenaga, serta dilatih provinsi. Alhamdulillah sejauh ini sudah 689 nelayan terlayani.
Dalam memimpin atau mengambil kebijakan sebagai Bupati Sinjai, apakah Anda kerap meminta nasihat ke ayah Anda yang juga mantan Bupati Sinjai?
Sebagai orangtua, ada kalanya beliau menjadi mentor saya. Kalau saya sedang mentok atau tak ada teman dapat dan berbagi info, saya bertanya ke beliau. Saya memimpin Sinjai, SDM yang ada saat ini adalah dari ayah saya juga. Jadi kalau ada kebijakan yang saya anggap penting saya bertanya ke beliau, tapi beliau tidak mencampuri.
Kalau ada masalah saya bertanya. Beliau tidak pernah bertanya duluan, malah menunggu saya untuk bertanya.
Apa saja nasihatnya?
Kalau nasihat, banyak yang disampaikan. Beliau kan sudah tahu betul karakter masyarakat Sinjai, sepuluh tahun jadi bupati. Karena beliau paham masyarakat, jadi saya lihat reaksi beliau kalau ada kebijakan yang saya ambil. Saya banyak meniru langkah beliau dan konsultasi ke beliau dalamengambil kebijakan. Beliau menjadi mentor dan memberi saran kalau saya bingung.
Kalau minta nasihat dari mertua Pak Nurdin Halid? Apa saja nasihatnya atau perannya untuk Anda?
Kalau Pak Nurdin, saya banyak belajar dan dibantu dari beliau terkait jaringan. Sebagai tokoh senior partai, banyak kenalan beliau yang menjadi pemangku kebijakan di pusat. Kita pemda selalu butuh dukungan pusat. Jadi kalau ada sesuatu yang kita butuhkan di pusat, kita ke beliau meminta arahan dan bimbingannya.
Apa yang Anda lakukan dalam menjaga kesehatan?
Banyak olahraga saja, jangan terlalu banyak berfikir. Kalau ada kesempatan, saya manfatkan olahraga. Saya suka aktivitas kena matahari, seeprti jogging, bersepeda, golf, dan juga selain itu saya perbanyak minum jus.
Biasanya kalau liburan bersama istri dan anak-anak, ke mana saja?
Anak saya di Jakarta. Jadi kalau anak libur saya bawa jalan ramai-ramai. Atau kalau saya ke Jakarta, setelah menghadiri pertemuan, langsung ke rumah.(*)
* Bupati “Muda” Genjot Kesejahteraan Nelayan dan Petani Sinjai.
Rudiyanto Asapa hanya butuh waktu lima tahun menyiapkan anak menjadi penggantinya di Sinjai.
Saat mantan Direktur LBH Makassar itu menjadi Bupati Sinjai, 2003-2013, Andi Seto Gadhista Asapa masih sibuk kuliah.
Saat Rudiyanto menyelesaikan periode pertama sebagai Bupati Sinjai (2003-2008), Seto baru saja masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Trisakti (2001-2006).
Pada periode kedua sang ayah 2008-2013, Seto sudah menyelesaikan S2 di Monash University Melbourne, Australia (2007-2009).
Rudiyanto yakin dengan kemampuan anaknya. Dia percaya, karakter yang dia tanamkan pada diri Seto, sebelum lahir hingga dewasa, sudah cukup untuk memimpin masyarakat Sinjai menggapai kesejahteraan.
Makanya Rudiyanto tidak mau mengintervensi, apalagi mendikte Seto dalam memimpin.