Masa Ta'aruf Maba, Ketua STIKIP Muhammadiyah Enrekang Ungkap Target Menuju Universitas
Masa Ta'aruf Mahasiswa Baru, Ketua STIKIP Muhammadiyah Enrekang: Kita Terus Bergerak Menuju Universitas
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
Masa Ta'aruf Mahasiswa Baru, Ketua STIKIP Muhammadiyah Enrekang: Kita Terus Bergerak Menuju Universitas
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Sebanyak 146 mahasiswa baru STIKIP Muhamamdiyah Enrekang mengikuti masa ta'ruf di aula Kampus II Enrekang, Kamis (19/9/2019).
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Enrekang, Asman, Ketua Pimpinan wilayah (PW) Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse' dan beberapa kepala OPD, dosen dan mahasiswa.
Dalam acara pembukaan, Ketua STIKIP Muhammadiyah Enrekang, Yunus Busa, mengatakan masa ta'ruf bagi para Mahasiswa baru adala wadah untuk memperkenalkan dunia kampus.
Baca: Waspada, Siswa SDN 117 Enrekang Nyaris Jadi Korban Penculikan, Begini Kronologinya
Baca: Idris Sadik Hampir Pasti Jabat Ketua Defenitif DPRD Enrekang 2019-2024
Baca: Unibos Gelar Pelatihan dan Pemberdayaan Petani Tambak Enrekang
Yunus juga menjelaskan, saat ini STIKIP Muhammadiyah Enrekang terus bergerak dan mengusul untuk menjadi universitas.
Dari sembilan program studi baru yang diusulkan ke Kemenristekdikti, ada enam yang diberikan rekomendasi dan empat prodi yang divisitasi.
Yakni program studi Teknik Sipil, agroteknologi, biokewirausahaan (baru dua di Indonesia) dan Perpustakaan dan sains informasi.
Saat ini sendiri sudah ada lima Prodi yang ada di STIKIP yakni Pendidikan luar sekolah (PLS/PNF), Bimbingan dan konseling (BK), pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris dan PGSD.
"Kita harap segala persyaratan menjadi universitas bisa terpenuhi sehingga tidak lama lagi, Enrekang sudah punya universitas," kata Yunus Busa.
"Kita ingin bangun sinergitas dengan semua komponen, karena tidak mungkin kita sampai pada titik ini tanpa dukungan semua pihak. Dibutuhkan lebih banyak sinergitas untuk sukseskan dan majukan program ini," ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan internal Muhammadiyah dan Pimpinan pusat Muhammadiyah juga tak kalah pentingnya.
Termasuk dorongan moril dan materil dari Pemerintah daerah (Pemda) dalam memajukan STIKIP Muhammadiyah Enrekang.
Sementara Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse', mengapresiasi langkah-langkah STIKIP Muhammadiyah Enrekang menjadi universitas.
Menurutnya, memang selama kepemimpinanya dirnya ingin mendorong seluruh peeguruan tinggi Muhammadiyah agar menjadi universitas.
"Selamat datang mahasiswa baru di Universitas Muhamamdiyah Enrekang, Saya sangat apresiasi langkah pengurus untuk jadikan STIKIP ini menjadi Universitas Muhamadiyah," ujarnya.
Unibos Gelar Pelatihan dan Pemberdayaan Petani Tambak Enrekang
Universitas Bosowa menggelar kegiatan pengembangan desa mitra di Desa Tasiwalie Kecamatan Suppa Kabupaten Enrekang, Rabu (18/9/2019).
Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk membantu pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam.
Adapun Dosen yang terlibat yakni Dr Muhlis Ruslan, Dr Sri Mulyani, Dr Zulkifli Makkawaru dan Ir Fauzy Lebang.
Maksud dari kegiatan yang dilakukan yakni membantu masyarakat dalam peningkatan pendapatan, kemandirian dan kesejahteraan.
Disebut Terima Uang Rp 26,5 Miliar, Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka KPK, Ini Profil dan Kasusnya
Smartphoe dengan 4 Kamera Oppo A9 2020 Resmi di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkap, Harga, Unboxing
Sejumlah Pemain PSM Absen, RD Tetap Waspada
Dilakukan melalui pengembangan usaha-usaha bersifat kreatif dan komersil.
Salah satu pengembangan tersebut dilaksanakan pada area tambak yang cukup luas yang memiliki prospek untuk dikembangkan.
Namun petani tambak masih kesulitan dalam budidaya, baik telur maupun bibit ikan bandeng.
Ini disebabkan dari minimnya sarana dan prasarana pendukung dan pengetahuan petani tambak.
Juga para petani yang belum memahami dan memanfaatkan secara maksimal nilai tambah ekonomi.
Dr Muhlis Ruslan selaku ketua tim pelaksana mengatakan, permasalahan pada aspek produksi hasil panen bibit ikan bandeng tidak berlangsung kontinu disebabkan oleh beberapa hal.
Salah satunya saluran air belum optimal, sehingga pada bulan-bulan tertentu, misalnya bulan Juli- Oktober area tambak menjadi kering.
Disebut Terima Uang Rp 26,5 Miliar, Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka KPK, Ini Profil dan Kasusnya
Smartphoe dengan 4 Kamera Oppo A9 2020 Resmi di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkap, Harga, Unboxing
Sejumlah Pemain PSM Absen, RD Tetap Waspada
"Karena itu tim kami memberi gagasan dan rencana terkait perlunya perbaikan saluran air yang tersedia dan memadai agar produksi bibit ikan bandeng berkelanjutan," ucapnya via rilis yang diterima Tribun Timur.
Kemudian pada aspek pemasaran, penjualan bibit ikan bandeng belum terlaksana sebagai akibat keterbatasan SDM.
Sehingga diperlukan gagasan terhadap kelompok tani untuk dilatih mengelola budidaya bibit ikan bandeng.
Serta mengkomunikasikan penjualan bibit bandeng melalui brosur, pamflet, media online dan sebagainya.
“Hal ini penting diketahui masyarakat setempat sebab sarana dan prasarana dalam budidaya bibit ikan bandeng sangat menentukan kualitas," tutupnya. (tribunenrekang.com)
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Artis Cantik Syok Suami Selingkuh dengan Ibunya, Bermula Sang Ibu Minta Pijat Lalu Berhubungan Badan
VIRAL 2 Video Panas Mama Muda Sumedang Durasi Lebih 3 Menit & 39 Detik di WA, Disebar Selingkuhan
Lowongan Kerja Bank BCA Cari Karyawan, Terima Lulusan SMA, Daftar Online, Cek Syarat Lengkap di Sini
Lowongan Kerja SMA SMK D3 S1 BUMN PT Pelni Terima Karyawan Besar-besaran, Cek Syarat, Daftar Online
Terakhir Hari Ini, Daftar Online Lowongan Kerja BUMN Telkom Group, Lulusan S1, Cek Lokasi Penempatan