Potong Anggaran Sosial Rp 1 Miliar, Pemprov Sulsel Mau Beli Helikopter Rp 30 Miliar

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan juga telah menolak usulan Pemerintah Provinsi

Potong Anggaran Sosial Rp 1 Miliar, Pemprov Sulsel Mau Beli Helikopter Rp 30 Miliar
Abd Azis/Tribun Timur
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) Kadir Halid 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel), Kadir Halid, menyatakan belum saatnya Pemprov Sulsel beli helikopter.

"Kenapa? Karena sekarang ini banyak yang bisa disewa. Buat apa kita beli? Belum lagi biaya operasionalnya, biaya pilotnya, dan biaya teknisi," kata Kadir, Selasa (17/9/2019).

Kadir menegaskan, jauh lebih murah kalau disewa. Selain itu, katanya, tidak setiap saat helikopter tersebut dipakai.

Baca: Tak Ditemui Anggota DPRD Sulsel saat Unjukrasa Tolak Revisi UU KPK, Mahasiswa Nyaris Bentrok

Terkait ketidak hadirannya dalam paripurna DPRD Sulsel, Kadir menegaskan, paripurna yang digelar Selasa (17/9/2019) sangat mendadak dan tidak dijadwalkan di bamus (badan musyawarah).

"Dan juga belum dirapatkan di Fraksi Golkar. Jangan dipaksa-paksa," tegas Kadir kepada Tribun.

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan juga telah menolak usulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membeli helikopter.

Baca: Datangi Gedung DPRD Sulsel, Pengunjukrasa Minta RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Disahkan

Pemprov mengusulkan anggaran pembelian helikopter ini dialokasikan dalam rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Pokok 2020 senilai Rp 30 miliar.

Menurut anggota Badan Anggaran DPRD Sulawesi Selatan, Wawan Mattaliu, pengadaan helikopter belum terlalu dibutuhkan oleh pemprov.

Masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak untuk dijadikan prioritas Gubernur Sulsel.

Baca: Dipecat Jelang Pelantikan Anggota DPRD Sulsel, Caleg Terpilih PDIP Langsung ke Jakarta

"Pengadaan heli belum urgen. Beban operasionalnya juga berat. Masih lebih urgen urusan pendidikan dan kesehatan," kata dia.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved