Terbengkalai! Basemant Rumah Sakit UIN Alauddin Jadi Kolam Ikan
Secara umum, bangunan utama sudah berdiri namun belum juga ditempati beraktifitas lantaran bagian dalam belum rampung.
Penulis: Alfian | Editor: Imam Wahyudi
Menurutnya, pimpinan kampus tidak lagi punya alasan untuk tidak menyelesaikan pembangunan. Sebab, dana segar ratusan miliar baru saja diterima.
"Ada anggaran sebesar 120 Miliar diterima UIN Alauddin dari kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Itu untuk biaya pembangunan rumah sakit," tutupnya.
Butuh Rp 300 Milyar
Dilansir dari laman resmi UIN Alauddin, Minggu (15/9/2019), gedung RSP UIN Alauddin rencananya akan dilanjutkan tahun 2020 mendatang.
Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr Kamaluddin Abunawas MAg.
Baca: Gramedia Hadir di UIN Alauddin Samata, Harga Buku Mulai Rp 5.000
“Kebetulan kemarin saya diutus menghadiri undangan salah satu dari delapan universitas yang ada bangunan mangkraknya. UIN Alauddin yang paling besar yaitu RSP,” katanya dikutip dari uin.ac.id, Jumat (13/9/2019).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pembangunan RSP masih membutuhkan biaya besar.
“Masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sekitar Rp 300 milliar lebih. Kami coba bekerja sama dengan lembaga luar supaya kita mendapatkan dana. Kita sudah menjalin kerja sama dengan salah satu lembaga dari Saudi,” ucapnya.
Selain Arab Saudi, lanjut Kamaluddin, pihaknya akan bekerja sama dengan Jepang untuk membantu menyelesaikan RSP.
Baca: VIDEO: Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unhas Berkunjung ke Tribun, Ini yang Disampaikan
“Dari Jepang yang akan memberikan bantuan terhadap Rumah sakit, mungkin bantuan itu mengarah pengadaan di dalam rumah sakit," ujarnya.
"Karena kalau bangunannya itu insyaallah pemerintah yang bangun cuman mungkin tidak bisa dalam satu tahun dan tidak semudah membalik telapak tangan karena luar biasa dana yang dibutuhkan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, Kementerian yang membidangi menyelesaikan RSP yakni, Perumahan dan Pemukiman Rakyat (PUPR).
Menurutnya, setelah di taksir Rp 126 miliar, anggaran RSP belum mencukupi dan belum ada fasilitas di dalamnya.
“Nah, ini belum masuk pada alat-alat rumah sakit. Itu bisa jadi jauh lebih banyak dari pembangunan gedungnya. Makanya, kalau kita mau jalan 2020 di akhir tahun ini harus dilelang, membutuhkan beberapa syarat," ungkapnya.
Nah, yang penting kita harus ingat bahwa bisa jadi Rp 126 miliar itu tidak bisa akan selesai dalam satu tahap bisa jadi beberapa tahap,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kondisi-mempri345.jpg)