Kemarau, 4 Kecamatan di Enrekang Kesulitan Air Bersih dan Gagal Panen

Kemarau, 4 Kecamatan di Enrekang Kesulitan Air Bersih dan Gagal Panen. Musim kemarau sudah melanda Kabupaten Enrekang beberapa bulan terakhir.

Kemarau, 4 Kecamatan di Enrekang Kesulitan Air Bersih dan Gagal Panen
TRIBUN TIMUR/MUH ASIZ ALBAR
Lahan pertanian Jagung milik, Warga Kelurahan Tuara, Kecamatan Enrekang yang gagal panen akibat kekeringan. 

Kemarau, 4 Kecamatan di Enrekang Kesulitan Air Bersih dan Gagal Panen

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Musim kemarau sudah melanda Kabupaten Enrekang dalam beberapa bulan terakhir.

Hal itu sudah menimbulkan dampak yang cukup dirasakan bagi masyarakat di Bumi Massenrempulu.

Kurangnya air bersih adalah salah satu dampak tersebut.

Baca: Komisioner Baznas Enrekang: BJ Habibie Ilmuan yang Sempurna

Baca: Tolak Kenaikan Iuran BPJS, PC IMM Enrekang Sambangi DPRD

Baca: Siswa SD di Enrekang Kenang BJ Habibie dengan Pesawat Kertas

Selain itu, sejumlah lahan pertanian warga terancam gagal panen.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Enrekang dampak kekeringan dirasakan warga di empat kecamatan.

Kecamatan tersebut adalah Enrekang, Anggeraja, Cendana dan Baraka.

Lahan pertanian Jagung milik, Warga Kelurahan Tuara, Kecamatan Enrekang yang gagal panen akibat kekeringan.
Lahan pertanian Jagung milik, Warga Kelurahan Tuara, Kecamatan Enrekang yang gagal panen akibat kekeringan. (TRIBUN TIMUR/MUH ASIZ ALBAR)

Salah satu warga Kelurahan Tuara, Haswal, mengaku lahan pertanian jagungnya saat ini terancam gagal panen lantaran kemarau panjang.

"Sudah kemarau hampir empat bulan, tamaman jagung kami disini kekurangan air jadi bisa jadi kita gagal panen," kata Haswal, Kamis (13/9/2019).

Menanggapi hal itu, BPBD Enrekang sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Halaman
12
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved