BJ Habibie yang Berjuluk Mr Crack, Temuan Diakui Dunia hingga Karya Terkini dalam Wujud Pesawat R80

Teori Keretakan Pesawat sendiri dikenal dengan nama Faktor Habibie. Dan teori ini dipakai oleh pembuat pesawat terbang di dunia.

BJ Habibie yang Berjuluk Mr Crack, Temuan Diakui Dunia hingga Karya Terkini dalam Wujud Pesawat R80

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sosok Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal dengan BJ Habibie adalah tokoh penting dalam pengembangan Industri pesawat Indonesia maupun dunia.

Dikutip dari @pesawatr80, BJ Habibie dijuluki “Mr Crack” setelah mencetuskan Teori Keretakan Pesawat, yang mampu meminimalisir kecelakaan dalam penerbangan.

Teori Keretakan Pesawat sendiri dikenal dengan nama Faktor Habibie. Dan teori ini dipakai oleh pembuat pesawat terbang di dunia.

Baca: Ini 53 Kata-kata Mutiara & Kutipan Bijak Milik BJ Habibie serta Tokoh-tokoh Dunia, Bisa Jadi Status

Baca: Kenangan Presiden Ketiga RI BJ Habibie di Sulsel, Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun di Parepare

Julukan Mr Crack disandang BJ Habibie karena keahlian menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang.

Di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, para ahli dirgantara mengenal apa yang disebut Teori Habibie, Faktor Habibie, Fungsi Habibie.

Sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF).

Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya.

Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja.

Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan.

Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan.

Baca: Jelang PS Tira Persikabo vs Persib - Robert Alberts Kesal Status Fabiano Beltrame, Siapkan Pengganti

Baca: Bursa Pemain - Coret Amevor Persela Rekrut Eks Bali United, Bruno Silva ke PSIS? Apa Main Lawan PSM?

Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya.

Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat.

Halaman
Penulis: Arif Fuddin Usman
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved