PMII Mamuju Unjuk Rasa Tolak Upaya Pelemahan KPK
PMII Mamuju Unjuk Rasa Tolak Upaya Pelemahan KPK di simpang empat Simbuang, Jl Marthadinata - Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Simboro, Mamuju
Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Puluhan masiswa tersebut tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju.
Foto Eks Ketum HIPMI Sultra Hamka Hasan Ditangkap Polda Sulsel, Tipu Pengusaha Makassar Rp 7 Miliar
Maju di Pilkada Selayar, Prof Akbar Silo Ambil Formulir Pendaftaran di PKS
Pantauan Tribun-Timur.com, pengujuk rasa membawa atribut organisasi berupa bendera.
Pengunjuk rasa yang dikawal oleh aparat kepolisian, membawa keranda mayat dan membentankan spanduk berisi tuntutan mereka.
Mereka menyampaikan orasi tepat di tengah jalan yang menghubungkan Majene dan Mamuju.
Minta Nasehat ke Tokoh Adat, GP Ansor Sambangi Kediaman Maradika Mamuju
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mamuju, Sulbar, sowan ke kediaman Maradika Mamuju, H. Andi Maksum Dai, Selasa (10/9/19).
Silaturahmi dipimpin Ketua PC GP Ansor Mamuju, Kiai Muda Zahril, didampingi Wakil Ketua GP Ansor, Ikhwan Wahid dan Sekretaris GP Ansor, Ashari Rauf.
Mereka diterima langsung Raja Mamuju, H. Andi Maksum Dai.
"Alhamdulillah, hari ini kita jajaran Ansor bisa bersilaturahmi dengan Raja Mamuju. Ini sekaligus meminta restu dan memohon izin rencana pelaksanaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser di Desa Kalepu Mamuju, beberapa hari ke depan agar berjalan dengan lancar,"kata Ketua PC GP Ansor Mamuju, Zahril.
Video Viral Pengawal Presiden Soekarno Mbah Waris Kini Jualan Koran di Pinggir Jalan, Cerita Lengkap
BERITA FOTO; TRC Saribattang Lakukan Penyisiran PMKS di Makassar
Peran Desa Sebagai Sentra Produksi Pertanian dan Pangan
Menurut Zahril, silaturahmi ini sangat penting. Apalagi, ini baru kali pertama jajaran PC GP Ansor Mamuju menyambangin langsung kediaman Raja Mamuju.
Zahril mengatakan, kader-kader Ansor butuh wejangan dan nasehat dari tokoh atau Raja Mamuju dalam rangka pengembangan dan kemajuan kader muda NU di Mamuju.
"Dan memang ini adalah tridisi santri dan anak-anak NU seperti Ansor, menjunjung tinggi ulama dan pemangku adat atau raja. Makanya kita butuh sekali wejangan dan nasehat dari para tokoh-tokoh adat,"ucapnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Maa'rif NU Kalonding ini menambahkan, salah satu latar belakang kekuatan yang dimiliki NU saat ini karena hubungan baik dengan para kalangan bangsawan seperti raja.
"Hubungan islam dan kerajaan adalah hubungan yang erat, dan susah untuk dipisahkan. Islam dapat berkembang di Indonesia juga karena dukungan para raja-raja, utamanya raja-raja Islam di Nusantara. Oleh sebab itu, kita di Mamuju juga akan semakin memperkuat hubungan ini,"katanya.
Zahril mengaku, kegiatan serupa akan terus dilakukan dengan raja Mamuju. Begitupun dengan tokoh-tokoh pemangku adat lainnya. Termasuk para ulama dan tokoh-tokoh atau sepuh NU di Mamuju. (tribun-timur.com)