Ribuan Burung Berkicau Perebutkan Piala Gubernur Sulbar
Selain itu, pria yang akrab disapa Ancha itu menambahkan, kegiatan yang diselenggarakannya tersebut, juga diramaikan oleh para
Penulis: Nurhadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Festival dan kompetisi burung berkicau, yang memperebutkan piala Gubernur Cup I Provinsi Sulawesi Barat, diselenggarakan di Gantangan Taman Karema, Kabupaten Mamuju.
Inisiator pelaksana kegiatan Muhammad Arsyad mengatakan, bahwa kompetisi burung berkicau tersebut, diperkirakan diikuti sekitar seribuan ekor burung dari berbagai daerah di provinsi berdasarkan data registrasi yang dikantonginya.
“Ini diperkirakan Seribu peserta,” pungkas Muhammad Arsyad, Senin (9/9/2019).
Baca: Bupati Mamuju Jenguk Fauzan-Fauzin, Bayi Kembar Penderita Gizi Buruk dari Dusun Ganno
Baca: 6 Tahun, SSB Mitra Manakarra dan Akademi PSM di Mamuju Masuk Klub Top Indonesia
Baca: Tiga Pemain Akademi PSM di Mamuju Lolos Seleksi Garuda Select
Selain itu, pria yang akrab disapa Ancha itu menambahkan, kegiatan yang diselenggarakannya tersebut, juga diramaikan oleh para kicau mania atau penggemar burung dari luar daerah Provinsi Sulawesi Barat.
“Ada dari Sulsel, Palopo, Makassar, Soppeng, Pare-pare dan Palu, dari Kalimantan juga ada, Mateng, Pasangkayu, khusus Sulbar ada semua,” ungkapnya.
Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Alibaal Masdar (ABM) berharap, dengan terlaksananya kompetisi kicau burung tersebut, dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, untuk lebih mencintai lingkungan khususnya marga satwa.
“Ini kita bisa menjadi pencinta lingkungan, alam, khususnya marga satwa,” kata ABM saat sambutannya.
ABM menambahkan, bahwa saat menjabat Bupati, kegiatan serupa juga pernah diselenggarakan di Kabupaten Polewali Mandar.
“Saya waktunya bupati Kalau tidak salah pernah juga dilaksanakan,"ngkapnya.
Selain itu, ABM juga menyarankan pada panitia pelaksana, agar sekiranya melaksanakan kegiatan serupa, di seluruh wilayah Kabupaten di Sulawesi Barat.
Ia menilai jika selain karena hoby, memelihara burung merupakan upaya atau bagian dari proses pelestarikan lingkungan, khusunya marga satwa.
“Harus ada kompetisi di setiap kabupaten kalau mau dikembangkan. Saya kira kita memelihara burung untuk pelestarian lingkungan,” tutupnya.
Untuk diketahui, selain memperlombankan 30 jenis kompetisi agenda tersebut juga disemarakkan dengan adanya doorprice berupa satu unit sepeda motor, sepeda dan sejumlah hadiah hiburan lainnya.
Gempar, Nelayan Desa Labuang Rano Mamuju Tangkap Cumi-cumi Raksasa, Beratnya 14 Kilogram
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Jagad media sosial (medsos) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, heboh sejak Kamis (5/9/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/lomba-kicau-burung4.jpg)