Bupati Mamuju Jenguk Fauzan-Fauzin, Bayi Kembar Penderita Gizi Buruk dari Dusun Ganno

Bupati Mamuju Jenguk Fauzan-Fauzin, Bayi Kembar Penderita Gizi Buruk dari Dusun Ganno

Bupati Mamuju Jenguk Fauzan-Fauzin, Bayi Kembar Penderita Gizi Buruk dari Dusun Ganno
Humas Pemkab Mamuju
Bupati Mamuju H Habsi Wahid jenguk bayi kembar gizi buruk di RSUD Mamuju.(Humas Pemkab Mamuju) 

 Bupati Mamuju Jenguk Fauzan-Fauzin, Bayi Kembar Penderita Gizi Buruk dari Dusun Ganno

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Bupati Mamuju H Habsi Wahid jenguk Fauzan dan Fauzin, bayi kembar penderita gizi buruk yang kini dirawat di RSUD Mamuju Jl Kurungan Bassi, Kelurahan Rimuku, Sulbar, Senin (9/9/2019).

Fauzan dan Fauzin didiagnosa dokter menderita gizi buruk setela dokter mendatangi kediaman keduanya orang tuanya dan dilakukan periksaan di Dusun Ganno, Desa Botteng, Simboro, Mamuju.

Kunjungan bupati tersebut tak teragendakan. Saat tiba di ruangan cempaka II tempat si kembar dirawat bupati langsung menggendong bayi kembar dari pasangan Ahmad dan Suriani.

Baca: 6 Tahun, SSB Mitra Manakarra dan Akademi PSM di Mamuju Masuk Klub Top Indonesia

Baca: Tiga Pemain Akademi PSM di Mamuju Lolos Seleksi Garuda Select

Baca: Gempar, Nelayan Desa Labuang Rano Mamuju Tangkap Cumi-cumi Raksasa, Beratnya 14 Kilogram

Sebagai bentuk kepedulian Habsi kepada warganya, orang nomor satu di Kabupaten Mamuju itu memerintahkan Kepala RSUD agar benar-benar memperhatikan perkembangan Fauzan dan Fauzin dan kedua orang tuanya.

"Bahkan pak Bupati meminta agar smua biaya perawatan dapat di gratiskan oleh rumah sakit,"kata Humas Pemkab Mamuju Andi Rasmusdin.

Kedatangan bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Suparman juga meminta kepada rumah sakit agar kebutuhan sandang bayi kembar dan ibunya dapat dijamin.

"Sembari dibantu dalam pengurusan jaminan kesehatan BPJS,"ucapnya.

Menurut Bupati, kondisi Ahmad dan bayinya tentu membutuhkan kepekaan, sebab kata dia, barang kali kasus ini hanya sebagian kecil yang dapat dudeteksi dan mampu diintervensi.

"Mungkin masih ada dipelosok yang mengalami hal yang sama tapi blm terpantau, oleh sebab itu instansi terkait harus tanggap dan sigap untuk memproteksi keadaan darurat seperti ini, dan kepada masyarakat tentu kita berharap ada kepekaan terhadap kondisi sosial semacam ini, sehingga rasa kebersamaan akan meringankan beban mereka yang memang masih sangat membutuhkan,"kata Habsi.

Halaman
1234
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved