Komitmen Entaskan Aksara, Bunda PAUD Teken MoU di Karebosi
Diantara peserta yang hadir adalah para Bunda PAUD se-Sulsel, yang dipimpin langsung Liestiaty Fachrudin.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Kota Makassar menjadi tuan rumah Hari Aksara Internasional Ke-54 Tingkat Nasional.
Kegiatan tahun yang berlangsung di Lapangan Karebosi, Jl Ahmad Yani, Kota Makassar ini mengangkat tema Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat, Sabtu (7/9/2019).
Diantara peserta yang hadir adalah para Bunda PAUD se-Sulsel, yang dipimpin langsung Liestiaty Fachrudin.
"Alhamdulillah hari ini saya bersama Bunda PAUD se-Sulsel menandatangi nota kesepahaman, dalam rangka percepatan penuntasan buta aksara," kata Lies.
Nella Kharisma Rilis Lagu Andre Taulany Mungkinkah Versi Koplo, Ini Profilnya, Pelantun
Ismak Jaring Aspirasi Pengusaha Muda di Taman
Ini Penjelasan Irwan Ade Saputra Soal Deng Ical Lamar PDIP di Hari Ketiga
"Dan mengembangkan program pembinaan kegiatan ke aksaraan di wilayah Sulsel," kata Lies sapaan Ketua PKK Sulsel ini.
Ia berharap dengan komitmen ini dapat mempercepat penuntasan buta aksara di Sulawesi Selatan.
"Peringatan ini memiliki arti sangat penting dalam pemberantasan buta aksara," ujar ke tribun-timur.com.
Menurutnya, Mou terkait pengentasan aksara sebagai upaya memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam pemberantasan buta aksara di Indonesia.
Sebagai gerakan literasi nasional, mengingatkan kembali konsensus negara-negara dunia melakukan aksi nyata dalam memerangi kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan.
Nella Kharisma Rilis Lagu Andre Taulany Mungkinkah Versi Koplo, Ini Profilnya, Pelantun
Ismak Jaring Aspirasi Pengusaha Muda di Taman
Ini Penjelasan Irwan Ade Saputra Soal Deng Ical Lamar PDIP di Hari Ketiga
Serta pemberdayaan masyarakat untuk memajukan peradaban dunia, sebagai momentum kebangkitan negara-negara berpenduduk buta aksara agar berupaya untuk menuntaskan buta aksara.
Selain Bunda PAUD, juga hadir Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, menyelenggarakan berbagai kegiatan.
Ditempat yang sama, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, menyampaikan rasa terima kasih atas ditunjuknya Makassar sebagai tuan rumah.
"8 September adalah hari yang ditetapkan UNESCO sebagai Hari Aksara Internasional yang hari ini kita peringati di Makassar," kata Nurdin Abdullah.
Sesuai dengan tema, yaitu ragam budaya lokal dan literasi masyarakat, Gubernur memperkenalkan salah satu nilai luhur yang lahir dari Sulsel.
Yaitu sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi, yang memiliki arti saling memanusiakan, saling mengingatkan dan saling menghargai.
"Nilai ini diajarkan secara turun-temurun oleh orang tua kita untuk membentuk karakter kita bersama," sebutnya.
Nella Kharisma Rilis Lagu Andre Taulany Mungkinkah Versi Koplo, Ini Profilnya, Pelantun
Ismak Jaring Aspirasi Pengusaha Muda di Taman
Ini Penjelasan Irwan Ade Saputra Soal Deng Ical Lamar PDIP di Hari Ketiga
Ia yakin, dengan menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, maka bisa menciptakan keharmonisan dan suasana yang kondusif di tengah-tengah masyarakat.
Ini juga dapat diterapkan di era yang serba menggunakan teknologi.
Misalnya dengan sosial media untuk menyebarkan berita yang baik dan termasuk dalam memerangai penyebaran berita hoaks.
"Inilah tantangan literasi pada abad 21 yang lebih dari kemampuan baca, tulis dan hitung.
Literasi yang berdasar budaya luhur, saling menghargai, menyebarkan kebaikan dan kritis menerima setiap informasi yang kita terima," ujarnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ketua-pkk-sulsel-liestiaty-fachrudin-di-acara-aksara.jpg)