Investigasi Lokasi Asli KKN di Desa Penari, Vlogger ini Alami Hal Aneh hingga Berlari Ketakutan
Investigasi Lokasi Asli Kisah KKN di Desa Penari, Seorang Vlogger Alami Hal Aneh di Waktu Petang hingga Berlari Ketakutan
Investigasi Lokasi Asli Kisah KKN di Desa Penari, Seorang Vlogger Alami Hal Aneh di Waktu Petang hingga Berlari Ketakutan
TRIBUN-TIMUR.COM-Vlogger Wahyu Purnomo menceritakan pengalamannya saat melakukan investigasi soal lokasi KKN di Desa Penari.
Sebagaimana diketahui, Desa Penari menjadi heboh di masyarakat karena adanya cerita KKN di kawasan itu.
Kendati demikian, Desa Penari itu bukan merupakan nama daerah yang sebenarnya sehingga banyak masyarakat penasaran mengenai keberadaan tempat itu.
Vlogger Wahyu Purnomo melalui wawancara di Tv One menceritakan pengalamannya saat mengunjungi beberapa tempat yang diduga merupakan Desa Penari.
Vlogger Wahyu Purnomo menuturkan, ada lokasi yang dikeramatkan di tempat tersebut seperti yang diceritakan di kisah KKN Desa Penari.
LOWONGAN KERJA Lulusan SMK S1, PT Pelindo Daya Sejahtera Tawarkan 5 Posisi, Daftar Online di Sini
3 Cuitan Veronica Koman yang Dianggap Provokatif oleh Polisi dalam Kasus Kerusuhan di Wilayah Papua
Hasil Lengkap Chinese Taipei Open 2019 - Indonesia Loloskan 15 Wakil ke Babak Kedua, 3 Tunggal Putri
Selain itu, terdapat pula desa yang harus diakses melalui hutan.
"Kalau dari clue yang ada, kita fokus di Banyuwangi. Kemarin kita juga mengunjungi Desa Tumiren cuma cluenya kurang mirip, jauh dari ekspektasi," jelas Wahyu Purnomo.
Wahyu Purnomo menyatakan, ia berkunjung ke beberapa lokasi tersebut untuk menunjukkan bahwa tempat itu sakral sehingga harus dihormati.
Simak Videonya:
"Kita ngevlog mengangkat hal-hal positif disana. Warga di sana juga sambutannya baik," papar Wahyu Purnomo.
Wahyu Purnomo memaparkan, ia bersama teman-temannya melakukan investigasi mengenai lokasi Desa Penari karena memiliki vlog yang bertemakan horor sehingga ia merasa tertarik untuk mencari tahu.
"Kita merasa tertantang dengan cerita Desa Penari, imajinasi kita itu 'kayanya asyik', kita juga suka dan penasaran. Yaudah kita coba cari tahu dan lumayan mirip," beber Wahyu Purnomo.
Wahyu Purnomo memaparkan, ia merasakan kejanggalan ketika melakukan investigasi di lokasi Desa Penari.

"Ada kejanggalan dirasakan saat petang, mau lanjut pulang karena enggak mungkin bertahan di situ sampai malam. Jadi pas teman saya (Deni) selesai buang air kecil terus ketemu seseorang (entah penduduk atau petani disana) dan bertanya. Namun orang ini tak menggubris sama sekali," ungkap Wahyu Purnomo.