Gedung SMA Negeri Makassar Ternyata Berbahaya bagi Siswa, Sekali Gempa Bisa Langsung Roboh

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Bangunan SMA Negeri 1 Makassar dianggap berbahaya karena suda tua dan sering bergoyang. Siswa Smansa diminta waspada

Gedung SMA Negeri Makassar Ternyata Berbahaya bagi Siswa, Sekali Gempa Bisa Langsung Roboh
handover
SMA Negeri 1 Makassar

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Bangunan SMA Negeri 1 Makassar dianggap berbahaya karena suda tua dan sering bergoyang. Siswa Smansa diminta waspada.

Hal itu diungkapkan Liestiaty saat mengunjungi SMA Negeri 1 Makassar Jl Gunung Bawakaraeng, Makassar, Rabu (4/9). Selain SMA 1, Liestiaty juga mengunjungi SMA Negeri 21 dan SMA Negeri 18 Makassar.

"Pada kunjungan kali ini kami banyak melihat hal-hal yang harus kami perhatikan. Apalagi SMA 1 yang gedungnya sudah goyang," ungkap istri Gubernur Sulsel ini.

Lies menekankan pentingnya keselamatan para siswa yang belajar di sekolah. Apalagi jika terjadi bencana alam yang tidak diduga-duga, bangunan ini diyakini langsung roboh.

"Jadi saya kasih masukan bagaimana untuk dicarikan tempat untuk anak-anak belajar yang layak, karena kita tidak pernah tahu kapan datangnya gempa. Kalau gempa sedikit saja, bisa terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan," kata Lies yang merupakan Ketua Bunda PAUD ini.

Dari hasil penjelasan yang diterima oleh Liestiaty, dari keseluruhan bangunan sekolah yang sudah berusia lebih dari empat puluh tahun tersebut, kurang lebih hanya 30 persen bangunan yang masih bisa digunakan. Selebihnya dianggap rawan karena tidak pernah direnovasi.

Liestiaty meminta perhatian lebih dari pemerintah provinsi terutama Dinas Pendidikan Sulsel terkait masalah ini.

Saat ini, SMA Negeri 1 membina 1.151 siswa. Terdiri dari 457 siswa laki-laki dan 697 siswa perempuan. Para siswa ditempatkan di 34 rombongan belajar (rombel).

Baca: Alumni Smansa Makassar 98 Gelar Reuni Akbar 20 Tahun

Baca: Waduh, Polrestabes Makassar Menyegel Delapan Kapal Milik Dinas Pendidikan Sulsel

Kantin Bagus, Toilet Masih Jorok

SELAIN memperhatikan gedung sekolah, Liestiaty juga memperhatikan kondisi kantin dan toilet di sekolah itu.

Aneka jenis makanan dan minuman, tidak luput dari perhatian dosen Perikanan dan Kelautan Unhas ini.

"Sekolah-sekolah yang saya datangi kantinnya bagus-bagus. Sisa toiletnya saja yang harus diperhatikan. Di semua sekolah toiletnya harus dibenahi. Kita perlu standar untuk toilet yang bersih untuk anak-anak," terang Liestiaty.

Ia juga melihat kondisi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di masing-masing sekolah.
"UKS itu masih perlu dibina lebih bagus, karena banyak yang belum tahu kalo puskesmas
terdekat bisa bekerjasama dengan sekolah," ujarnya.

Fasilitas di SMA Negeri 1 Makassar

Guru: 68 orang
Siswa Laki-laki: 457
Siswa Perempuan: 694
Rombongan Belajar: 34
Kurikulum: K-13
Daya Listrik: 30.000 KwH
Ruang Kelas: 24
Laboratorium: 2
Perpustakaan: 1 (*/tribun-timur.com)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved