Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Putra Presiden Jokowi Jual Pisang, Putra Menteri Pertanian Amran Sulaiman Jualan Telur

Adalah Andi Amar Ma’ruf AS (20), putra sulung Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (50), diam-diam berdagang telur ayam

Tayang:
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Imam Wahyudi
Handover
Andi Amar Ma’ruf AS memasarkan telur ayam lewat WA 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kalau putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep (24), jualan pisang goreng nugget, maka putra salah seorang menterinya, jualan telur ayam.

Adalah Andi Amar Ma’ruf AS (20), putra sulung Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (50), diam-diam berdagang telur ayam di Makassar, Sulsel.

Baca: Kementan dan Pemprov Sumut Kejar Tingkatkan Luas Tambah Tanam Padi

Baca: Mentan Amran Sulaiman Tunjukkan Sikap Tegas Atur Jajaran Internal

Baca: Bantu Korban Banjir di Sulsel dan Sultra, Mentan Andi Amran Sulaiman Serahkan Rp 10 M

"Tolong bantu promo saja, ya Pak, di WhatsApp teman atau keluarga," kata mahasiswa semester III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Makassar ini, kepada Tribun, Selasa (3/9/2019).

Alumnus Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur ini, mengatakan jualan telur ayam jenis Omega 3 adalah inisiatifnya.

"Nanti dikira saya bawa nama bapak," ujar anak tertua dari empat saudara ini.

Bukan reseller atau pengecer, Amar memelihara sekitar 885 ekor ayam petelur khusus.

"Karena sisanya sudah dibooking, sehari kami hanya bisa antar 30 pack telur omega 3," kata Amar, merujuk kapasitas terpasang dan orderan 'pabrik' telur miliknya.

Peternakan yang dikelola Amar berlokasi di Kampung Pattalassang, sekitar 17 km sebelah timur Sungguminasa, Gowa, Sulsel.

Dari Kota Makassar ke Pattalassang, sekitar 21 kilometer.

Baca: Prof Tjipta Lesmana: Menteri Amran Sulaiman Peka Terhadap Bencana Nasional

Baca: Mentan RI Andi Amran Sulaiman Sambangi Maros Besok, Ini Tujuannya

Amar memberi nama peternakannya Pattallassang Poultry Farm.

Usaha peternakan ayam produsen 'merah telur' ini, sudah dia kelola saat semester II akhir, atau lima bulan lalu.
Santri yang kerap berdakwah ini, melibatkan 8 kawannya yang juga santri, almunus pesantren dan mahasiswa kampus Islam di Gowa dan Makassar.

"Saya ini santri, jadi gampang dan nyambung kalo sama santri juga kerjasama," ujar pria bertubuh bongsor ini.

Dari pesan berantai yang disebar Andi Amar, telur khas itu dijual Rp 30 ribu per pack, isi 10 butir.

Untuk rack isi 30 butir, dia jual dengan harga Rp 90 ribu.

"Ini hanya untuk pengiriman dari Panakkukang Square, Makassar dan sekitarnya. Ongkir untuk jarak 0-5 Km free. Untuk jarak 6-20 Km : Rp.10.000. Untuk jarak 21 km ke atas : Rp. 25 ribu," kata pesan Amar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved