Polisi Bersenjata Jaga Sidang Perdana Kasus Pemuda Tewas Dikeroyok di Luwu
Mengawal jalannya sidang perdana kasus pemuda tewas dikeroyok di Desa Balla, Kecamatan Bajo, bulan lalu.
Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Puluhan personil Polres Luwu dibantu Polsek Belopa, siaga di Pengadilan Negeri Luwu, Kecamatan Belopa, Selasa (3/9/2019).
Mengawal jalannya sidang perdana kasus pemuda tewas dikeroyok di Desa Balla, Kecamatan Bajo, bulan lalu.
Baca: Elpiji 3 Kg Langka di Luwu, Pengecer Jual Rp 25 Ribu Per Tabung
Baca: Polres Luwu Tilang 156 Pengendara di Hari Kelima Operasi Patuh 2019
Baca: Wakil Bupati Luwu Puji Kegiatan Colour Run Merdeka di Belopa
Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam, bersama sejumlah anggotanya, terlihat berjaga-jaga di depan kantor pengadilan.
Pintu gerbang pengadilan yang tadinya dibuka, sekarang ditutup dan dijaga polisi berpakaian sipil dan bersenjata.
Penjagaan diperketat pihak kepolisian saat sidang dimulai.
"Ini sidang perdana dan berlangsung tertutup, karena terdakwanya merupakan anak di bawah umur, polisi berjaga di luar ruang sidang," kata Faisal Syam.
Ayah kandung korban almarhum Beben, Patahuddin mengaku masih trauma.
Dia belum bisa banyak beraktifitas seperti biasanya.
Patahuddin hadir di persidangan untuk sebagai saksi pada kasus ini.
Baca: Pengeroyok Pemuda Hingga Tewas di Bajo Diancam 15 Tahun
Baca: VIDEO: Keluarga Korban Pemuda Dikeroyok Hingga Tewas Serbu Mapolsek Bajo Kabupaten Luwu
Baca: Sejumlah Perwira Polres Luwu Dimutasi ke Luwu Utara dan Polrestabes Makassar
"Perwakilan orangtua pelaku, mau datang meminta maaf. Tapi untuk sementara ini, belum bisa kami terima, masih sangat sakit pak," ujar Patahuddin.
Dia meminta penegak hukum, jaksa dan hakim, menjatuhkan hukum yang setimpal pada para pelaku.
Sebelumnya, hari raya iduladha menjadi duka bagi keluarga pemuda yang akrab disapa Beben (22), Minggu (11/8/2019).
Beben tewas usai dikeroyok lima orang pemuda di Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, sekitar pukul 18.00 Wita.
Paman korban yang belum diketahui namanya mengatakan, keponakannya tersebut meninggal di tempat kejadian.
"Dari bengkel memang sudah dikejar, pas depan lorong masuk Balla didapat meninggal," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/uasana23.jpg)