Kreativitas Anak Kolam Tilangga' Menjinakkan BOA dan Loncat Dari Pohon 25 Meter
Bagi anda yang sering berkunjung ke permandian air alam di Desa Tilangga', Tana Toraja pasti tidak asing dengan bocah-bocah yang mengajak untuk anda u
Penulis: Tommy Paseru | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE--Kisah anak kolam, loncat dari pohon dan menjinakkan Masapi (belut berkuping) untuk menambah uang saku, Selasa (3/9/2019).
Bagi Anda yang sering berkunjung ke permandian air alam di Desa Tilangga', Tana Toraja pasti tidak asing dengan bocah-bocah yang mengajak Anda untuk melihat Masapi dan melihat aksi mereka untuk loncat dari pohon.
Tim Wantimpres dan MEA Baharkam Mabes Polri Sambangi Polda Sulbar, Ini Agendanya
Setelah Dua Kali Didemo, Dinas PUPR Bulukumba Akhirnya Prioritaskan Perbaikan Jalan Batunilamung
VIDEO: Drama Adu Penalti As Sakinah vs Bento FC di Piala Kemerdekaan Wotu
10 Tahun Jalan Berlubang di Dusun Huluk, Warga Minta Perhatian Pemerintah Selayar
Kronologi Mahasiswa S2 ITB Gantung Diri di Kamar Kos, Detik-detik Penemuan Tubuh, Dugaan Motif
Pertumbuhan Ekonomi Bulukumba Menurun, Legislator PKS: Perhatian ke Petani Harus Ditingkatkan!
Para bocah ini disebut anak kolam, mereka adalah warga yang tinggal berada dekat dari permandian alam Tilangga'.
Dalam setiap harinya atau pada musim libur para bocah ini menunggu pengunjung yang hendak berkunjung ke kolam Tilangga'.
Seperti halnya seorang Gaib, para bocah ini mengajak pengunjung untuk melihat seisi dan menceritakan kisah dari kolam Tilangga'.
Selain itu, untuk memperoleh uang, para bocah ini mengajak para pengunjung untuk melihat Masapi yang merupakan ikon dari kolam Tilangga'.
Namun, untuk melihat Masapi, Anda terlebih dahulu harus membelli telur kemudian membayar ongkos keringat (tip) para bocah tersebut.
Dengan menggunakan telur mentah, para bocah tersebut memancing Masapi untuk keluar dari persembuyiannya.
Bahkan, para anak kolam seringkali mengangkat Masapi dari permukaan kolam untuk diperlihatkan ke pengunjung.
Tak tanggung-tanggung, untuk menambah uang saku, para anak kolam ini juga rela melompat dari pohon dengan ketinggian 20 hingga 25 meter.
Namun bocah tersebut enggan untuk melompot jika tidak dibayar.
Seperti halnya yang dilakukan Noval (13), bocah yang duduk di bangku kelas 1 Sekolah Menegah Pertama (SMP) mengaku, sepulang sekolah dirinya langsung menuju ke kolam guna menunggu pengunjung.
"Kolam Tilangga' sudah menjadi tempat main om," ucapnya saat ditanya Tribun.
Menghasilkan sedikit uang dari hasil loncat dari pohon dan menjinakkan masapi sudah menjadi hoby Noval.
Dengan melakukan hal tersebut bisa menambah uang jajannya di sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anak-kolam-di-tilangga-berenang-sambil.jpg)