24 Ribu Hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Luwu Utara

Ini terungkap dalam ekspose hasil inventarisasi LP2B di Hotel Remaja Indah, Jl Pajorra, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Selasa (3/9/2019).

24 Ribu Hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Luwu Utara
Dok. LP2B
Ekspose hasil inventarisasi LP2B di Hotel Remaja Indah, Jl Pajorra, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, seluas 24.880,02 hektare.

Ini terungkap dalam ekspose hasil inventarisasi LP2B di Hotel Remaja Indah, Jl Pajorra, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Selasa (3/9/2019).

Mengaku Kenal Baik Atta Halilintar, Lucinta Luna Tuding DJ Bebby Fey Pansos, DJ Dinar Ikut Bersuara

VIDEO: Bos Telkomsel Turun Langsung Layani Costumer di GraPARI Makassar

Kisah Korban Tewas Kecelakaan Tol Purbaleunyi yang Ingin Beli Sepatu Bola untuk Anaknya

Uji Coba di Lapangan Karebosi, Persipangkep Kalahkan Prapon Sulsel 2-0

Tingkatkan Kinerja, WOM Finance Tempati Kantor Baru, Ini Lokasinya

Sementara luas tegalan atau lahan kering yang ditanami tanaman musiman yakni 26.201,34 hektare.

Kepala Kantor Pertanahan Luwu Utara, Muhammad Asdhar, mengatakan, ekspose merupakan publikasi awal untuk menyatukan pendapat dikalangan anggota tim penyiapan data LP2B.

Tim terdiri dari BPN, Bappeda, Dinas TPHP, Dinas PUPR, Setda Bagian Pemerintahan, dan BPS.

Asdhar mengatakan, data LP2B penting untuk melindungi lahan pertanian sebagai sumber pangan.

Ekspose hasil inventarisasi LP2B di Hotel Remaja Indah, Jl Pajorra, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Selasa (3/9/2019).
Ekspose hasil inventarisasi LP2B di Hotel Remaja Indah, Jl Pajorra, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Selasa (3/9/2019). (Dok. LP2B)

"Dengan bergairahnya pembangunan infrastruktur di daerah ini seperti bendungan, irigasi dan infrastruktur lain, maka kita berharap Luwu Utara menjadi salah satu lumbung pangan, disinilah peran data LP2B setelah ditetapkan akan melindungi lahan pertanian tersebut," jelasnya.

Perwakilan Kanwil BPN Sulsel, Muksin Ali Hadi mengatakan hasil inventarisasi masih akan diverifikasi oleh kanwil dan Kementerian ATR/BPN.

" Kami akan verifikasi ini di Kanwil dengan mengundang Dinas Pertanian se-Sulawesi Selatan, hasilnya dikirim ke Jakarta, selanjutnya persetujuan Kementerian ATR/BPN akan disampaikan ke kabupaten/kota untuk menjadi bahan lampiran Perda LP2B," terang Muksin.

Inventarisasi LP2B menggunakan baseline data yang bersumber dari BIG meliputi seluruh sawah yang tampak berdasarkan citra satelit.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved