Prof Hamdan Pastikan Beri Sanksi untuk Mahasiswa yang Lakukan ini ke Maba
Utamanya terhadap mahasiswa baru (Maba) Tahun Ajaran 2019-2020 yang baru saja diterima di Auditorium Kampus II UIN Alauddin, Senin (2/9/2019).
Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhanis meminta mahasiswa tidak melakukan kekerasan.
Utamanya terhadap mahasiswa baru (Maba) Tahun Ajaran 2019-2020 yang baru saja diterima di Auditorium Kampus II UIN Alauddin, Senin (2/9/2019).
Menurutnya, tindakan kekerasan memang kerap terjadi kepada Maba saat dilakukan ospek.
Namun di UIN Aalauddin, ia mengaku budaya kekerasan tidak lagi diizinkan.
Ada Lagi Video Viral Pemuda di Banjarmasin Berzina, Siapa Sangka Jika Inilah Pekerjaan Pemeran
MAN 1 Polewali Mandar Sukses Gelar English Camp, Bule Amerika Berbagi Tips Ngomong Inggris
Kecelakaan Cipularang Libatkan 21 Mobil, Truk Jadi Penyebab 9 Tewas, Kronologi Lengkap Dari Polisi
Sebab akan ada sanksi yang dijatuhkan kepada mahasiswa yang melakukan hal tersebut.
"Ada sanksi berat, mereka (mahasiswa) sudah membaca pernyataan bagaimana mereka menjalankan tugas dimulai sejak menjadi Maba," tegas Prof Hamdan Juhanis.
UIN sendiri baru saja menerima 5286 Maba dari delapan fakultas di UIN.
Delapan fakultas tersebut yakni Fakultas Syariah dan Hukum 710 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 799 orang.
Kemudian Fakultas Ushuluddin dan Filsafat 842 orang Fakultas Adab dan Humaniora 563 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 642 orang.
Ada Lagi Video Viral Pemuda di Banjarmasin Berzina, Siapa Sangka Jika Inilah Pekerjaan Pemeran
MAN 1 Polewali Mandar Sukses Gelar English Camp, Bule Amerika Berbagi Tips Ngomong Inggris
Kecelakaan Cipularang Libatkan 21 Mobil, Truk Jadi Penyebab 9 Tewas, Kronologi Lengkap Dari Polisi
Selanjutnya Fakultas Sains dan Teknologi 733 orang, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 367 orang, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 630 orang.
"Jadi mereka menandatangani langsung pernyataan di depan rektor dan senat mahasiswa," imbuhnya.
Adapun agenda penerimaan Maba, dilakukan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pengenalan Budaya Akademik & Kemahasiswaan (PBAK) bagi Maba.
Agenda ini diharapkan para Maba bisa ditanamkan nilai ilmu dan keislaman sebelum menjalankan perkuliahan.
"Jadi ada juga orasi ilmiah. Kaitannya bagaimana anak-anak bisa belajar dengan baik, belajar agama dan mengintegrasikan dengan ilmu-ilmu umum," ungkapnya.
"Selain itu, bagaimana mereka mengadopsi pembelajaran moderasi sebagai umat yang wasatiah dan bagaimana mahasiswa bisa berintegrasi dengan baik di kampus dan masyarakat," pungkas Prof Hamdan Juhanis. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21
Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/uin-alauddin-makassar-melaksanakan-sidang-senat-terbuka.jpg)