Dinas Pertanian Bulukumba Dorong Seragamkan Waktu Masa Tanam ke Petani
Salah satunya adalah dengan digelarnya bimbingan teknis (Bimtek), untuk pemanfaatan mesin pertanian pada brigade alat mesin pertaninan (Alsintan).
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Banyaknya kasus kekeringan yang melanda beberapa lahan persawahan di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat Dinas Pertanian Bulukumba mengambil langkah.
Salah satunya adalah dengan digelarnya bimbingan teknis (Bimtek), untuk pemanfaatan mesin pertanian pada brigade alat mesin pertaninan (Alsintan).
TRIBUN WIKI: Honorer di Pemkab Luwu Maju Cakades, Tawarkan 7 Program Unggulan
Jadwal Liga 1 2019 Pekan 17 - Dibuka Persib vs PSS Sleman! Rusuh, Persipura vs Bali United Ditunda
KRONOLOGI Bejatnya Faisal Perkosa Adik Ipar 7 Kali Padahal 4 Bulan Nikah, Alasan Korban Tak Lapor
Kecelakaan Maut di Sendana Majene, Tewaskan Seorang Pelajar
Diomelin Nikita Mirzani, Siapa Elza Syarief?
Bimtek ini menghadirkan puluhan kelompok tani dari lima desa di Kecamatan Gantarang.
Lima desa tersebut, yakni Desa Bialo, Barombong Dampang, Bontomasila dan juga Desa Bontomacinna.
Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian DTPHP Bulukumba Sulriana, menjelaskan, bahwa lima desa tersebut bakal menjadi percontohan penerapan brigade alsintan ini.
"Dengan adanya brigade ini, kita harap muncul kembali rasa kegotongroyongan seperti tanam serentak," kata Sulriana, Jumat (30/8/2019).
Selain itu, diharap tidak ada lagi yang mengalami kekeringan akibat keterlambatan pengolahan karena kekurangan alat.
Sistem kerja brigade pertanian ini, jelas Sulriana, yakni menyalurkan bantuan mesin ke kelompok tani, untuk digunakan mengolah lahan secara serentak.
"Misalnya, data luas lahan di Desa Bontomacinna dengan ketersediaan alat hanya 20, sementara butuhnya hingga 30 handtractor, maka kita akan dropkan bantuan brigade kesana," jelas Sulriana.
Dinas pertanian sendiri, lanjut penanggungjawab brigade alsintan ini, menyediakan ratusan handtractor yang siap di drop ke petani.
Salah satu Kelompok Tani dari Desa Bontomacinna, H Muh Tahir, mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, tanam serentak tak hanya mengantisipasi kekeringan saja, pun dapat menghindarkan hama.
"Brigade alsintan ini bagus sekali. Karena kalau petani lakukan tanam setentak, hama seperti tikus itu tidak banyak," kata dia.
Sekadar diketahui, pemateri pada bimtek ini, yakni Widyaiswara Balai Besar Pertanian Batang Kaluku Yudi Putra, Kadis Pertanian Ir Harun dan Sekretaris Dinas Pertanian Ir Ade Iskandar.
Terpisah di beberapa sawah di Kecamatan Bulukumpa dan Rilau Ale mengalami kekeringan, tidak mendapatkan pasokan air yang cukup. Petani berharap agar membangunkan irigasi yang cukup. (TribunBulukumba.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kelompok-tani-menghadiri-bimbingan-teknis.jpg)