Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sulbar Siap Jadi Penyuplay Kebutuhan Ibukota Baru

Dipilihnya Kalimantan Timur sebagai Ibukota baru oleh Presiden Jokowi, mendapat keuntungan sendiri bagi Provinsi Sulawesi Barat.

Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
Nurhadi/Tribun Timur
Ali Baal Masdar (ABM) saat menyampaikan sambutan di acara PIFAF 2018 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memindahkan ibukota negara ke Provinsi Kalimantan Timur.

Dipilihnya Kalimantan Timur sebagai Ibukota baru oleh Presiden Jokowi, mendapat keuntungan sendiri bagi Provinsi Sulawesi Barat.

Provinsi ke-33 di Indonesia ini, disebut banyak pihak bisa menggeser posisi Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai pintu gerbang penyuplay ibukota dari Indonesia Timur.

Besok, DKPP Periksa KPU Bantaeng dan Luwu

TRIBUNWIKI: Jadi Terkenal Gara-gara Curhat Minta ke Alfamart, Ini Sosok Nina Mpok Alpa

Sejam Geledah Kantor Camat Simbang, Kejari Maros Bawa Dokumen dan Rekaman CCTV

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar (ABM) mengatakan, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sudah mempersiapkan diri menangkap peluang besar dari rencana pemindahan ibukota.

"Tentu kami akan persiapkan segala fasilitas penunjang dalam menyambut ibu kota yang baru ini,” kata Ali Baal kepada awak media usai mengikuti rapat pembahasan anggaran di gedung DPRD Sulbar, Senin, (26/8/2019) malam, lalu.

Mantan Bupati Polewali Mandar itu menuturkan, kesiapan Sumber Daya Manusia (SMD) juga sangat dibutuhkan agar masyarakat Sulbar punya bekal mendapatkan kesempatan kerja di ibu kota nantinya.

“Tenaga kerja kita harus terampil, kami akan mengadakan pelatihan-pelatihan bisnis,"ucap Ali Baal.

Sebelum Jokowi memilih Kalimantan Timur sebagai ibukota baru, Sulbar sempat menjadi kandidat ibu kota bersama tiga provinsi lainnya, yakni Kalimantan Tengah, Selatan dan Timur.

Bahkan, Gubernur bersama Sekprov sempat memenuhi undangan menghadiri rapat pemindahan ibukota di kantor staf kepresidenan, Jakarta, Senin (6/5/2019) lalu.

Merespon pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur, Anggota Komisi II DPRD Sulbar Sukri Umar menilai, pemindahan ibukota sangat strategis bagi Sulbar.

Beredar Kabar Pejabat Non Aktif Harus Dikembalikan, Sekprov Sulsel: Info KASN, Hoax!

TRIBUNWIKI: Camila Cabello Nyaris Berciuman dengan Shawn Mendes di Panggung MTV VMAs, Ini Profilnya

September, PDIP Mulai Cari Balon Kepala Daerah Potensial

Diantaranya, kata dia, menjadi gerbang Indonesia Timur.

Untuk menuju ke predikat tersebut, legislator Demokrat itu perpendapat, pemerintah harus merencanakan dengan matang dan proaktif terhadap pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan.

“Sulbar harus mempersiapkan banyak hal, termasuk melakukan political will dengan menyiapkan segala fasilitas pendukung seperti perbaikan sarana transportasi udara maupun laut,"ujar mantan aktivisi PMII Mamuju itu.

Kata Sukri, kegiatan perekonomian di Sulbar ke depan akan lebih aktif sehingga pemerintah juga harus mempersiapkan kebutuhan bahan-bahan pokok yang bisa disuplay ke ibukota.

“Misalnya kegiatan pada sektor pertanian, perikanan dan peternakan, serta hasil bumi untuk kebutuhan ekspor, harus lebih ditingkatkan,”katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved