Sosok Produser di Balik Film DYMHR Karya Anak Pinrang
Dalam uraiannya, ia memaparkan, pembuatan film itu adalah bagian dari upaya membantahkan stigma bahwa film hanya bisa diproduksi di kota-kota besar sa
Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Film berjudul Dia Yang Menunggu Hujan Reda (DYMHR) ditayangkan perdana di Ruang Pola Bupati, Jl Bintang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Senin (26/8/2019).
Film karya Halim Gani Safia itu diproduksi langsung oleh Bisami Production.
Kadis PU Pangkep Jelaskan Soal Sejumlah Proyek Belum Dibangun di Kepulauan
Nasdem Tunjuk Orsan Soleman B Jabat Ketua DPRD Mamasa
TRIBUNWIKI: Tertabrak Andrea Dovizioso di MotoGP Inggris, Siapa Fabio Quartararo? Ini Profilnya
Unhas Tuan Rumah International Academic Consortium for Sustainable Cities 2019
Lowongan Kerja BUMN Lulusan D3 S1 - PT Pindad Buka Banyak Posisi, Daftar Online, Terakhir Hari Ini
Tahukah anda siapa sosok Produser di balik film tersebut ?
Namanya adalah Fajar Bakri (35).
Dalam uraiannya, ia memaparkan, pembuatan film itu adalah bagian dari upaya membantahkan stigma bahwa film hanya bisa diproduksi di kota-kota besar saja.
"Buktinya kami bisa, meski dengan keterbatasan fasilitas. Inilah juga yang menjadi sebab produksi film ini kami beri nama Bisami," katanya dalam rilis yang diterima TribunPinrang.com, Selasa (27/8/2019).
Fajar menyebutkan, pembuatan film tersebut merupakan cita-cita yang diidamkan sejak dulu.
"Sejak film Uang Panai meledak di Box Office, saya jadi terenyuh dan terdorong untuk buat film di Pinrang," ujar Direktur CoratCoret Kreasi Media ini.
Selang beberapa tahun, kisah Fajar, proses menuju pembuatan film itu pun perlahan menemui titik terang. Setelah takdir mempertemukannya dengan sosok sutradara Uang Panai, Halim Gani Safia.
"Kami tak pernah menduga, apa yang dicita-citakan sejak dulu terealisasikan hari ini. Hebatnya, disutradarai oleh film yang kala itu menginspirasi kami," kisahnya.
Fajar menyebutkan, biaya pembuatan film itu murni dianggarkan dari swadaya para elemen pemuda yang terlibat.
"Betul-betul swadaya dari teman-teman. Terimakasih karena telah membersamai kami dalam perampungan film ini," kata jebolan Teknik UNHAS ini.
Fajar menjelaskan, penggarapan film itu tak seinstan yang dibayangkan. Banyak proses yang dilalui, hingga akhirnya berhasil menayangkannya ke publik.
"Film ini mulai digarap tahun 2018, hingga berhasil tayang pada tahun ini. Kami lega, kami bangga," pungkasnya.
Pembuatan film tersebut melibatkan berbagai unsur. Di antaranya Corat Coret Kreasi Media, Lamini, Lensa Fotografi, Pideota, Masterpiece, Up Story, Bugis Culture, Teeya, Pemdes Kaseralalu, Pemkab Pinrang, Miraza, Wisma Sawitto, dan Oto Drink. (TribunPinrang.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ruang-pola-bupati-jl-bintang-kecamatan-watang-sawitto.jpg)