Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - ‘Lakekomae’ Dunia Modern Sebenarnya?

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Bahasa & Sastra Inggris Fakultas Adab & Humaniora UIN Alauddin Makassar

Editor: Aldy
tribun timur
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar/Presiden Mahasiswa DEMA UIN Alauddin Makassar Periode 2018 

Oleh:
Askar Nur
Mahasiswa Jurusan Bahasa & Sastra Inggris Fakultas Adab & Humaniora UIN Alauddin Makassar, Presiden Mahasiswa DEMA UIN Alauddin 2018, Duta Literasi UIN Alauddin 2019

BERUNTUNGLAH, berkat kelihaian dan kejelian seorang penulis ternama dan terbilang muda asal Sulawesi Selatan, Faisal Oddang, dalam sebuah bukunya “Sawerigading Datang Dari Laut” tepatnya di halaman-halaman awal mengutarakan penelitian Prof Dorel Zaica asal Bukares.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1970-1996 kepada anak-anak dengan memberikan sejumlah pertanyaan.

Apa itu air mata? dan apa arti modern? Dua pertanyaan itulah yang diajukan kepada anak-anak.

Seorang anak usia sembilan tahun menjawab bahwa air mata adalah keringat dari otak manusia yang lelah berpikir.

Sementara pertanyaan kedua dijawab oleh seorang anak berusia tujuh tahun bahwa modern adalah ketika kau melihat sesuatu yang indah dan mahal tetapi kau tidak punya cukup uang.

Kesimpulan dari penelitian itu adalah bahwa anak-anak yang berusia tujuh sampai sembilan tahun memiliki tingkat kecerdasan yang tidak sesuai dengan usianya.

Tentu, hal demikian terbilang sangat luar biasa sekaligus membuat si peneliti merasa sedih dan khawatir.

Baca: 557 Calon Maba Tes PMB di Unika Mamuju, Segini yang Akan Diterima

Yang sangat luar biasa adalah anak-anak tersebut meskipun usianya masih terbilang sangat dini namun mereka mampu memberikan jawaban dengan rasionalitas.

Yang membuat sedih dan khawatir adalah anak-anak tersebut kehilangan masa kanak-kanak dan keluguannya, mereka seperti orang dewasa berkat perkembangan lingkungan tempat tinggalnya ke arah konsep modern.

Seperti yang disebutkan pula oleh Faisal Oddang dalam tulisannya yang dimuat di Jawapos.com mengenai buku esai Andrei Codrescu “The Devil Never Sleeps”, yang menyebutkan bahwa kapitalisme mencuri keluguan anak-anak Rumania, mereka cerdas berkat banyaknya memperoleh informasi dari media, anak-anak seperti orang dewasa.

Jikalau kapitalisme melalui wejangan dunia modern merebut keluguan anak-anak di Rumania, lantas bagaimana manusia lainnya? apa yang kapitalisme rebut dari manusia-manusia di Indonesia?

Secara pribadi, saya patut rasanya berterima kasih kepada Faisal Oddang yang telah mengantar masuk ke dalam penelitian Prof. Dorel Zaica dan esai penyair Andrei Codrescu karena dari situ saya dapat melihat konstruksi dunia modern hari ini.

Modern, seperti yang didefinisikan oleh seorang anak berusia tujuh tahun tersebut, adalah ketika melihat sesuatu yang mewah nan indah dan mahal tetapi tidak punya cukup uang untuk memilikinya.

Konstruksi dunia modern merujuk pada perubahan pola dan gaya hidup manusianya. Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadi ciri khas rotasi modern dan lebih mempermudah kehidupan manusia.

Baca: Ikatan Muballigh Muda Turatea Gelar Training Motivasi di Kantor Bupati Jeneponto

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved