Siswa SIT Lingkar Cendikia Bersama Orang Tuanya Dapat Materi Mitigasi Bencana

Tujuannya, yakni meningkatkan sinergitas antara orang tua siswa dan sekolah. LC Parenting Club sendiri mengusung tema membangun sinergi orang tua dan

Siswa SIT Lingkar Cendikia Bersama Orang Tuanya Dapat Materi Mitigasi Bencana
hardiansyah/tribunwajo.com
Koordinator TRC PB Kabupaten Wajo, Ardi Anugrah usai membawakan materi mitigasi bencana di hadapan siswa SIT dan orang tuannya, Minggu (25/8/2019). 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Sekitar 60 anak-anak usia TKIT dan SDIT Lingkar Cendikia, beserta orang tuanya mengikuti LC Parenting Club, Minggu (25/8/2019).

LC Parenting Club yang digelar Yayasan PSDI Ishlahul Ummah dan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Lingkar Cendikia Sengkang bertempat di Masjid Nurul Amaliyah Mantu, Perumahan Griya Alam Rahmah, Atakkae, Sengkang, Kabupaten Wajo.

BMKG Ungkap Sulsel Potensi Dilanda Kekeringan Lama

Baznas Enrekang Ungkap Nilai Kurban Masyarakat Tahun Ini Capai Rp 34,5 M

Kondisi Terkini Sang Ibu Ratapi Dua Putrinya Diajak Berzina dan Jadi Budak Seks Ayah Kandung

Danyon C Pelopor Bone Dampingi Dansat Brimob Polda Sulsel Cek Personel

IAS-DP Bertemu Lagi, Simak Penjelasan Keduanya

Tujuannya, yakni meningkatkan sinergitas antara orang tua siswa dan sekolah. LC Parenting Club sendiri mengusung tema membangun sinergi orang tua dan sekolah dalam rangka menciptakan sekolah yan aman dan nyaman pada anak.

Pada kesempatan tersebut, ada dua pemateri yang dihadirkan, yakni Psikolog Puspaga Wajo, Sitti Habibah dan Koordinator TRC Penanggulangan Bencana Kabupaten Wajo, Ardi Anugrah.

Salah satu materi yang diberikan adalah sekaitan mitigasi bencana. Ardi Anugrah yang juga merupakan salah satu personel Badan Penanggulang Bencana, mengenalkan secara dini apa itu bencana.

Koordinator TRC PB Kabupaten Wajo, Ardi Anugrah usai membawakan materi mitigasi bencana di hadapan siswa SIT dan orang tuannya, Minggu (25/8/2019).
Koordinator TRC PB Kabupaten Wajo, Ardi Anugrah usai membawakan materi mitigasi bencana di hadapan siswa SIT dan orang tuannya, Minggu (25/8/2019). (hardiansyah/tribunwajo.com)

"Tadu kita beri pemahaman kesiapsiagaan bencana dan pentingnya penerapan sekolah aman bencana," katanya.

Lebih lanjut, Ardi Anugrah pun menyebutkan bahwa bencana mesti dikenali untuk meminimalisir dampaknya.

"Bencana bukan untuk ditakuti tapi untuk dikenali tanda-tanda serta dampaknya agar dapat mengurangi kerentanan dan risikonya melalui penerapan sekolah aman bencana. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

BMKG Ungkap Sulsel Potensi Dilanda Kekeringan Lama

Baznas Enrekang Ungkap Nilai Kurban Masyarakat Tahun Ini Capai Rp 34,5 M

Kondisi Terkini Sang Ibu Ratapi Dua Putrinya Diajak Berzina dan Jadi Budak Seks Ayah Kandung

Danyon C Pelopor Bone Dampingi Dansat Brimob Polda Sulsel Cek Personel

IAS-DP Bertemu Lagi, Simak Penjelasan Keduanya

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved