Soal Dugaan Penjualan Alsintan, Pengacara Wakil Ketua DPRD Lutim Tuding Jaksa Kurang Cermat

Kasus dugaan penjualan alat mesin pertanian (alsintan) jenis John Deere oleh Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur

Soal Dugaan Penjualan Alsintan, Pengacara Wakil Ketua DPRD Lutim Tuding Jaksa Kurang Cermat
ivan/tribunlutim.com
Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Aris Situmorang 

Sanksi partai juga akan dijatuhkan ke Aris bila kemudian dugaan penjualan alsintan itu menyebabkan Aris menjadi tersangka.

"Sangsi partai ya akan dikeluarkan. Kalau korupsi ya diberhentikan," tutur Idris.

Aris pun terancam batal dilantik menjadi anggota DPRD Luwu Timur terpilih hasil Pemilu 2019. "Yah kalau terbukti ya digantikan,"

"Kalau sudah ada ketetapan atau ketetapan hukum, ya kita berhentikan," imbuhnya.

Rencananya pelantikan 30 caleg terpilih DPRD Luwu Timur dilaksanakan pada 27 Agustus 2019.

Sementara Aris Situmorang membantah sudah menjual alat mesin pertanian (alsintan) jenis John Deere.

Aris menyampaikan bantahan tersebut kepada wartawan di ruang Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (17/7/2019).

Hadir Anggota DPRD dari fraksi Gerindra, Sarkawi A Hamid, I Wayan Suparta dan Sekretaris Gerindra Luwu Timur, Ketut Suantara.

Aris juga membantah sudah dipanggil pihak kejaksaan untuk diperiksa terkait dugaan kasus ini.

"Saya belum pernah dipanggil kejaksaan dalam tahap pemeriksaan. Saya hanya dipanggil kejaksaan dalam tahap permintaan keterangan," kata Ketua Gerindra Luwu Timur ini.

Halaman
1234
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved