16 KPH Sulsel Dapat Penghargaan dari KLHK
Pemberian penghargaan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (19/8/2019).
TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia memberi penghargaan kepada 16 KPH di Sulsel.
Pemberian penghargaan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (19/8/2019).
Warga Pangkep Berebut Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Pangkalan
OPINI: Upacara 17 Agustus Bukan Kemerdekaan Golongan Tertentu
Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Czi Hiras M S Turnip Berganti
SLRT Dinkes Harap Warga di Pelosok Dilibatkan di Bantaeng Festival Day
Peringati HUT RI ke-74, TKIT dan SDIT Nur Miyazaki Gelar Berbagai Lomba
Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan KLHK RI Kustanta disaksikan Gubernur Sulsel.
Menurut Kustanta, penghargaan ini sebagai apresiasi terhadap Pemerintah Sulsel khususnya terhadap KPH yang telah menyelesaikan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) Kehutanan sekaligus.
"Sulsel satu-satunya provinsi di Indonesia. Bukan di antara. Satu-satunya provinsi di Indonesia yang telah menyelesaikan secara tuntas RPHJP," tegas Kustanta dalam rilsinya ke Tribun.
Sementara Gubernur Sulsel M Nurdin Abdullah, dalam sambutannya menjelaskan, program Perhutanan Sosial dengan perizinan yang dipercepat akan memberi kemudahan bagi masyarakat mengelola dan menjaga hutan.
Dijelaskan, kalau masyarakat terlibat aktif diyakini bisa melestarikan hutan. "Bencana banjir dan kekeringan menjari indikator bahwa daerah aliran air kita sangat-sangat kritis. Kita harus sinergi dengan melibatkan rakyat untuk menjaga hutan," jelasnya.
Nurdin Abdullah meminta HPH melingungi hutan yang semakin kritis. Pada kesempatan itu juga Prof HM Nurdin Abdullah meminta dinas kehutanan untuk menyeleksi ketat pemberian izin pengolahan hutan.
Gubernur meminta kepada Dinas Kehutanan dan perangkatnya untuk terus memantau pembukaan lahan hutan dengan cara pembabatan liar dan membakar.
"Saya berharap lindungi daerah konservasi tampa mengurangi akses ekononi masyarakat. Kalau usaha masyarakat berpihak kepada konservasi, harus didukung," jelasnya.(*)
Follow akun instagram Tribun Timur:
Warga Pangkep Berebut Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Pangkalan
OPINI: Upacara 17 Agustus Bukan Kemerdekaan Golongan Tertentu
Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Czi Hiras M S Turnip Berganti
SLRT Dinkes Harap Warga di Pelosok Dilibatkan di Bantaeng Festival Day
Peringati HUT RI ke-74, TKIT dan SDIT Nur Miyazaki Gelar Berbagai Lomba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/lingkungan-hidup-dan-kehutanan-republik-indonesia.jpg)