Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Laskar Lipan Bajeng, Kelompok Pejuang Era Penjajahan

Bendara Merah Putih dikibarkan bersama bendara Jole-jolea, yang menyimbolkan perlawanan kepada peperangan.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman
Ari Maryadi/Tribun Timur
Pengibaran bendera Jole-jolea simbol peperangan dalam peringatan HUT ke-74 Gaukang Tu Bajeng. 

Meski demikian, kata Pidris, Laskar Lipan Bajeng tetap berani tak gentar melawan penjajah. Ketika hendak pergi ke medan perang, mereka terlebih dahulu mandi.

Mereka mandi pada sebuah sumur di Bajeng.  Sumur itu dinamakan Bungung Barania, yakni sumur para pemberani.

"Masyarakat meyakini, mandi di sumur itu akan memberikan keberanian dan kekebalan," tandasnya.

Laskar Lipang Bajeng juga aktif dalam pergerakan mempertahankan kemerdekaan usai Proklamasi.

Hal itu ditandai dengan bergabung mereka ke dalam kelompok Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS).

Organisasi tersebut dipimpin oleh Ranggong Daeng Romo.

"Laskar Lipan Bajeng melebur dengan LAPRIS pada Desember 1945," katanya.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved