TRIBUNWIKI
TRIBUNWIKI: Laskar Lipan Bajeng, Kelompok Pejuang Era Penjajahan
Bendara Merah Putih dikibarkan bersama bendara Jole-jolea, yang menyimbolkan perlawanan kepada peperangan.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman
Meski demikian, kata Pidris, Laskar Lipan Bajeng tetap berani tak gentar melawan penjajah. Ketika hendak pergi ke medan perang, mereka terlebih dahulu mandi.
Mereka mandi pada sebuah sumur di Bajeng. Sumur itu dinamakan Bungung Barania, yakni sumur para pemberani.
"Masyarakat meyakini, mandi di sumur itu akan memberikan keberanian dan kekebalan," tandasnya.
Laskar Lipang Bajeng juga aktif dalam pergerakan mempertahankan kemerdekaan usai Proklamasi.
Hal itu ditandai dengan bergabung mereka ke dalam kelompok Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS).
Organisasi tersebut dipimpin oleh Ranggong Daeng Romo.
"Laskar Lipan Bajeng melebur dengan LAPRIS pada Desember 1945," katanya.
Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pengibaran-bendera-jole-jolea-simbol-peperangan-dalam-peringatan-hut-ke-74-gaukang-tu-bajeng.jpg)