Pria Asal Pinrang Ini Jadi Doktor Muda di UPI, Ini Judul Disertasinya

Ia berhasil meraih gelar tersebut usai mempertahankan disertasinya yang berjudul 'Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Kedamaian Berbasis Inkuir

Pria Asal Pinrang Ini Jadi Doktor Muda di UPI, Ini Judul Disertasinya
Candra Cuga
Candra Cuga sedang memaparkan disertasinya 

TRIBUNPINRANG.COM, PATAMPANUA - Salah seorang putra terbaik Pinrang berhasil meraih gelar doktor di tengah usianya yang masih terbilang muda.

Namanya, Candra Cuga (33), warga Patampanua, Kabupaten Pinrang.

Latihan Paduan Suara, Lima Murid SDN 240 Baddo-Baddo Maros Tertimpa Tower

Pasca Alami Kebakaran, Ponpes Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Bulukumba Mulai Direnovasi

Foto Rumah Merry, Asisten Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Undur Diri Setelah 13 Tahun Kerja

Rapat Koordinasi, Satgas Pangan Bakal Tertibkan Pertamini di Palopo

Miliki Sabu 252 Gram, Warga Lamasi Luwu Ini Ditangkap Polisi

Ia berhasil meraih gelar tersebut usai mempertahankan disertasinya yang berjudul 'Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Kedamaian Berbasis Inkuiri Yurispundensial untuk Meningkatkan Karakter Cinta Damai dan Anti Kekerasan Mahasiswa'

Proses sidang terbuka promosi doktornya itu digelar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI),
baru-baru ini.

Candra pun menyampaikan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya dalam capaian tersebut.

"Saya berharap bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat atas pencapaian ini," katanya dalam rilis yang diterima TribunPinrang.com, Selasa (13/8/2019).

Candra mengatakan, gelar itu dipersembahkan untuk bangsa dan negara tercinta Indonesia. Terkhusus kepada kedua orang tuanya dan sanak keluarga.

Candra Cuga sedang memaparkan disertasinya
Candra Cuga sedang memaparkan disertasinya (Candra Cuga)

"Tak lupa, gelar ini juga saya persembahkan untuk daerah tercinta, Kabupaten Pinrang. Semoga pencapaian ini membuat saya semakin bermanfaat di tengah masyarakat, khususnya di tanah kelahiran saya," ucapnya.

Candra menjelaskan, alasannya memilih karya ilmiah disertasi tentang model pembelajaran pendidikan kedamaian.

"Itu disebabkan fenomena konflik dan kekerasan mahasiswa bersifat destruktif yang terjadi di Perguruan Tinggi. Khususnya di Indonesia," jelas pria kelahiran Pinrang, 2 Oktober 1986 ini.

Halaman
12
Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved