LPPM Politani Pangkep Bantu UMKM Bidang Ikan Hias di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Lakukan Hal Ini?

UMKM yang mendapatkan bantuan berupa pendampingan LPPM Politani Pangkep bergerak di bidang usaha ikan hias yang ada di Pulau Barrang Lompo, Makassar

LPPM Politani Pangkep Bantu UMKM Bidang Ikan Hias di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Lakukan Hal Ini?
dok lppm politani pangkep
Tim LPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkep atau Politani Pangkep berfoto dengan nelayan anggota UKM setelah pendampingan untuk usaha mikro, kecil menengah (UMKM) di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar, Juli 2019. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pertanian Negeri Pangkep atau Politani Pangkep melakukan pendampingan untuk usaha mikro, kecil menengah (UMKM).

Adapun UMKM yang mendapatkan bantuan berupa pendampingan LPPM Politani Pangkep bergerak di bidang usaha ikan hias yang ada di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar.

Kegiatan pendampingan tersebut bagian dari pelaksanaan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) hasil kerja sama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Baca: Siapkan Generasi Unggul Wirausaha, Politani Pangkep Gelar Seminar

Baca: VIDEO: Kerjasama Kodim 1421 Pangkep, 645 Maba Politani Ikut Bela Negara

Pendampingan tersebut dilakukan secara kontinyu sejak awal Juli hingga Agustus 2019 ini. Tim LPPM Politani Pangkep juga menurunkan tim yang memiliki keahlian di bidang terkait. 

Adapun tim Pelaksana Pengabdian pada Masyarakat tersebut diketuai oleh Dr Akmal Abdullah SE MSi dengan anggota tim Dr Mauli Kasmi SPi MSi, Karma SE MSi, dan Ilyas SKom MSi.

Sedangkan UMKM yang mendapatkan pendampingan adalah UKM Bahari Timur yang beranggotakan nelayan yang melakukan usaha ikan hias sekitar 5 tahun terakhir.

Budidaya karang hias dari PPPE 2018 oleh Politani Pangkep
Budidaya karang hias dari PPPE 2018 oleh Politani Pangkep (handover)

Hasil pembiakan ikan hias UKM Bahari Timur tersebut selanjutnya dijual ke UKM Rezky Bahari yang tak lain sebagai pemodal untuk kemudian sebagai komoditi ekspor.

"Pada praktiknya, kerjasama bisnis ini telah terjalin dengan baik tapi sampai saat ini UKM Bahari Timur belum bisa memenuhi pasar ekspor yang disyaratkan," kata Akmal Abdullah.

Apa saja persyaratan ikan hias untuk pasar ekspor? Akmal Abdullah menjelaskan terkait kualitas ikan hias yang dihasilkan belum memenuhi standar ekspor.

Baca: 2 Pemain PSM Santer Bakal Dilepas di Jendela Transfer, Gabung Persija dan Kalteng Putra, Siapa Dia?

Baca: Darije Kalezic Akui Pemain PSM Belum Fit 100 Persen, Barito Putera Waspadai Pemain Ini di Liga 1?

"Masih perlunya perlakuan lebih lanjut pada ikan hias setelah pascapanen sebelum dipasarkan untuk memenuhi standar kualitas ekspor ikan hias," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved