Alasan Enzo Zenz Allie Dipertahankan di Taruna Akmil Meski Mahfud MD & Publik Ramai Komentar

Alasan Enzo Zenz Allie Dipertahankan di Taruna Akmil Meski Mahfud MD & Publik Ramai Komentar

Alasan Enzo Zenz Allie Dipertahankan di Taruna Akmil Meski Mahfud MD & Publik Ramai Komentar
Tribunnews.com
Calon Akmil, Enzo Zenz Alie terus menjadi sorotan publik, terbaru datang dari Menteri Pertahanan (MENHAN) Ryamizard Ryacudu. 

Alasan Enzo Zenz Allie Dipertahankan di Taruna Akmil Meski Mahfud MD & Publik Ramai Komentar 

TRIBUN-TIMUR.COM,- KEPALA Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa memutuskan pihaknya tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie.

Enzo Zenz Allie adalah Taruna Akademi Militer (Akmil) berdarah Prancis yang sempat viral, karena diduga terpapar ideologi radikal dari ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Baca: NKRI & Pancasila Enzo Meragukan? Yenny Wahid Putri Gus Dur Sampai Bilang Siap Membina

Baca: Pernah Mondok di Pesantren, Benarkah Taruna Akmil Enzo Terpapar Paham Radikal? Ini Kata Mabes TNI

Baca: Selain Jam Tangan Rp 600 Juta, Asisten Raffi Ahmad Nagita Meri Juga Diberi 3 Barang Mahal Ini

Baca: Pamit Setelah 13 Tahun Jadi Asisten Raffi Ahmad Nagita, Intip Rumah & Aktivitas Meri di Madura

Baca: Rafathar, Nagita Slavina & Raffi Ahmad Tak Kuasa Nahan Tangis Meri Pamit Setelah 13 Tahun Bekerja

Baca: Karma Nolak Ivan Gunawan Ayu Ting Ting Cemburu, Ayah Dinar Candy Restui Sahabat Ruben Jadi Mantu

Baca: RAMALAN ZODIAK CINTA Rabu 14 Agustus 2019 Leo Akhiri Masa Jomblo & Gemini Belajar Sabar

Baca: RAMALAN ZODIAK Rabu 14 Agustus 2019 Aquarius Jatuh Cinta & Sagitarius Tempramental

"Kami memutuskan, TNI Angkatan Darat memutuskan untuk mempertahankan Enzo Zenz Allie," ujarnya saat konferensi pers di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

"Dan semua Taruna Akademi Militer yang kami terima beberapa waktu lalu sejumlah 364," imbuhnya.

Keputusan tersebut diambil Andika Perkasa karena pihaknya telah memberikan penilaian tambahan khusus untuk Enzo dan beberapa Taruna lainnya, secara acak terkait ideologi.

"Kami tidak akan mengklaim bahwa alat ukur yang kami miliki itu sudah valid."

"Maka kami juga mengambil salah satu alternatif alat ukur yang memang selama ini sudah dikembangkan."

"Digunakan cukup lama, akurasi, validasinya bisa dipertanggungjawabkan karena sudah digunakan selama 8 tahun," beber Andika Perkasa.

Andika Perkasa menjelaskan, penilaian tersebut dilakukan pada Sabtu (10/8/2019) dan Minggu (11/8/2019) lalu.

Halaman
1234
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved