Kampoeng Bambu Toddopulia Siapkan Peringatan HUT RI yang Unik

petugas pengibar bendera merah putih akan menggunakan engrang atau longgak yang terbuat dari bambu.

Kampoeng Bambu Toddopulia Siapkan Peringatan HUT RI yang Unik
Dokumen Wahyudin Yunus
Kampoeng Bambu Toddopulia di Maros 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Berbagai komunitas saat ini menyiapkan sejumlah acara dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan RI.

Kampoeng Bambu Toddopulia (KBT)  salah satunya.

Komunitas yang dirintis Wahyudin Yunus (46) ini berencana menggelar Festival Republik Bambu 2019.

Soal Transfer Pemain Paruh Musim, PSM Masih Malu-malu

Malam-malam, JK Panggil Pansus Hak Angket DPRD Sulsel

Kegiatan ini diagendakan pada 16 - 17 Agustus 2018 di Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Menurut Wahyudin, festival yang pertama kali dilakukan ini dibaluti serangkaian kegiatan yang mengusung tema 'Merayakan Kebudayaan dalam Spirit Kemerdekaan'.

Rangkaian kegiatannya antara lain, pemutaran film dan pertunjukan musik akustik.

"Juga ada gelaran pasar kuliner yang menghadirkan 17 macam kuliner lokal, " papar alumni Universitas Hasanuddin ini, Minggu (11/8/2019).

Kampoeng Bambu Toddopulia
Kampoeng Bambu Toddopulia (Dokumen Wahyudin Yunus)

Ada juga pameran foto frame bambu. Puncaknya upacara 17 Agustus.

Yang unik dari kegiatan ini karena prosesi upacara ini akan menggunakan bahasa Makassar.

Petugas upacara mengenakan pakaian adat.

Khusus petugas pengibar bendera merah putih akan menggunakan engrang atau longgak yang terbuat dari bambu. 

"Melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan pesan bahwa khazanah budaya lokal perlu mendapat perhatian dan menjadi jati diri bangsa yang berbudaya," jelasnya. 

Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved