Dosen IAIN Parepare Khatib Salat Iduladha 2019 di Stadion Andi Mappe Pangkep

Sejumlah baliho pemberitahuan telah dipasang Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pangkep, seperti di Jembatan Pangkajene, depan Taman Musafir dan tempat-t

Dosen IAIN Parepare Khatib Salat Iduladha 2019 di Stadion Andi Mappe Pangkep
Munjiyah/Tribun Pangkep
Salah satu baliho pemberitahuan, yang telah dipasang Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pangkep, seperti di Jembatan Pangkajene, Pangkep, Jumat (9/8/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Salat Idul Adha 1440 Hijriah dipusatkan di Stadion Andi Mappe, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Minggu (11/8/2019).

Sejumlah baliho pemberitahuan telah dipasang Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pangkep, seperti di Jembatan Pangkajene, depan Taman Musafir dan tempat-tempt umum lainnya di kota Pangkajene Pangkep.

Meski Latihan Tiap Hari, Anggota Paskibra Pangkep 2019 Ini Tetap Puasa Jelang Idul Adha

Asisten Pemerintahan Pemkab Enrekang Sarankan PSM Benahi Lini Pertahanan

Penemuan Granat Hebohkan Warga Jl Teuku Umar Makassar, Ditemukan di Belakang Sekolah

Mahasiswa KKN UKI Toraja Bersama Pemerintah Kelurahan Tongko Bangunkan Toilet Warga Kurang Mampu

Lafaz Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah, Ustaz Abdul Somad Jelaskan Sunah & Larangan Sebelum Berkurban

Waktu pelaksanaan pukul 06.30 Wita sampai selesai.

Imam salat Idul Adha yakni Imam Masjid Agung Pangkep, Junaid.

Khatibnya, Dosen IAIN Pare-pare, Dr Agus Muchsin.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pangkep, H Jamaruddin lokasi salat Idul Adha sudah dibersihkan dan siap ditempati.

"Alhamdulillah siap, Insya Allah salatnya dipusatkan di Stadion Andi Mappe," ujarnya kepada TribunPangkep.com, Jumat (9/8/2019).

Salah satu baliho pemberitahuan, yang telah dipasang Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pangkep, seperti di Jembatan Pangkajene, Pangkep, Jumat (9/8/2019).
Salah satu baliho pemberitahuan, yang telah dipasang Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pangkep, seperti di Jembatan Pangkajene, Pangkep, Jumat (9/8/2019). (Munjiyah/Tribun Pangkep)

Ditanya soal makna berkurban, Jamaruddin memaknainya dengan  mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Insya Allah dengan berkurban menghilangkan sifat-sifat kebinatangan yang ada di dalam diri manusia sehingga jiwa manusia bersih kembali," ungkapnya.

Ibadah kurban, kata Jamaruddin juga napak tilas perjuangan seorang Nabi Ibrahim, yang diuji cintanya. Cinta kepada Allah kah atau kepada anaknya.  Ternyata Ibrahim cinta Allah dan Allah memberi gelar Khalilullah yakni Ibrahim kekasih Allah.

"Kita dapat mencontoh dan meneladani yang dilakukan Nabi 
Ibrahim dan sesungguhnya berkurbanlah dengan kerelaan hati yang ikhlas," jelasnya.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Meski Latihan Tiap Hari, Anggota Paskibra Pangkep 2019 Ini Tetap Puasa Jelang Idul Adha

Asisten Pemerintahan Pemkab Enrekang Sarankan PSM Benahi Lini Pertahanan

Penemuan Granat Hebohkan Warga Jl Teuku Umar Makassar, Ditemukan di Belakang Sekolah

Mahasiswa KKN UKI Toraja Bersama Pemerintah Kelurahan Tongko Bangunkan Toilet Warga Kurang Mampu

Lafaz Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah, Ustaz Abdul Somad Jelaskan Sunah & Larangan Sebelum Berkurban

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved