Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Gowa Sebut Pepohonan Rusak Trotoar di Tumanurung

Kerusakan tersebut terjadi pada trotoar pejalan kaki, jalanan, saluran, hingga pipa air PDAM Tirta Jeneberang.

Tayang:
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Ansar
ari maryadi/tribungowa.com
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan pepohonan yang tumbuh di tepi Jl Tumanurung dan Sultan Hasanuddin menyebabkan sejumlah kerusakan.

Kerusakan tersebut terjadi pada trotoar pejalan kaki, jalanan, saluran, hingga pipa air PDAM Tirta Jeneberang.

Untuk itulah Pemerintah Kabupaten Gowa memutuskan menebang pepohonan yang tumbuh di Jl Tumanurung serta Jl Sultan Hasanuddin, Sungguminasa.

"Itu sudah merusak trotoar dan jalan. Bahkan akar-akar pohon juga merusak saluran-saluran hingga pipa-pipa PDAM,” kata Adnan, Kamis (8/8/2019).

Peserta Latpim III Belajar Penanganan Sampah Plastik di Bali

Tipikor Polres Bulukumba Bidik Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Dana Desa di Kindang

Pelaku Video Dilapor Farhat Abbas Mirip Hotman Paris & Sekretarisnya, Hubungan Badan Bak Suami-Istri

Adnan mengakui, penebangan pepohonan menimbulkan pro kontra di Kabupaten Gowa.

Meski demikian, Adnan meyakinkan jika kebijakan tersebut adalah bagian dari penataan Kota untuk memperindah Sungguminasa. Adnan berencana membangun pedestarian.

Pedestarian tersebut akan dimulai dari Perbatasan Kota Makassar, Jl Tumanurung, Jl Masjid Raya hingga Jl Andi Mallombassang.

Adnan menilai, penanaman pohon tersebut sejak awal tidak memikirkan efek yang ditimbulkan ke depan.

“Mohon maaf bapak ibu sekalian saya tidak menyalahkan siapapun juga, tetapi pepohonan ini dulu ditanam tanpa diperhatikan pertumbuhannya," beber Adnan.

Peserta Latpim III Belajar Penanganan Sampah Plastik di Bali

Tipikor Polres Bulukumba Bidik Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Dana Desa di Kindang

Pelaku Video Dilapor Farhat Abbas Mirip Hotman Paris & Sekretarisnya, Hubungan Badan Bak Suami-Istri

Tak hanya itu, lanjut Adnan, pohon-pohon tersebut juga rapuh. Ketika musim hujan disertai angin kencang, minimal 20 pohon trembesi yang tumbang dan bahkan memakan korban.

"Boleh dicek datanya di badan bencana, setiap tahun ketika musim hujan itu datang angin kencang itu datang."

"Setiap tahun minimal dua puluh pohon yang tumbang dan itu semua pohon trembesi yang ditanam dan setuia tahun ada korban yang terkena dampak pohon tumbang,” lanjut Adnan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pohon tersebut tidak ditebang begitu saja. Akan tetapi akan diganti dengan pohon yang akarnya tidak menjalar dan merusak jalan dan trotoar.

“Intinya adalah pohon-pohon ini dirapikan ditebang kemudian akan kita ganti. Intinya bahwa pohon-pohon itu kita ganti bukan kita hilangkan fungsinya," bebernya.

"Kita akan tanam ini, itu pohon-pohon yang Insya Allah akarnya tidak menjalar ke samping kiri kanan, tetapi dia menjalar ke bawah,” tandasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved