Citizen Reporter
Buku Biografi Letjen TNI Andi Abdullah Baumassepe Dibedah di Pare-pare
"Saat ini, masih sangat minim literatur dan kajian tentang pahlawan, apalagi itu dilakukan oleh generasi muda kita” ungkap Drs.Andi Pamadengrukka
Penulis: CitizenReporter | Editor: Sudirman
Provinsi Sulawesi Selatan memiliki banyak pahlawan nasional. Saat ini, sedang memperjuangkan Jenderal M Jusuf, dan Andi Makkasau, sebagai pahlawan nasional 2020.
"Saat ini, masih sangat minim literatur dan kajian tentang pahlawan, apalagi itu dilakukan oleh generasi muda kita” ungkap Drs.Andi Pamadengrukka Mappanyompa, selaku pembina Yayasan Andi Abdullah Baumassepe.
Hal tersebut disampaikan saat launching dan bedah buku biografi pahlawan nasional, Letjen TNI Andi Abdullah Baumassepe, di Kota Parepare.
Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijjah 1440 H, Ini Jadwalnya!
7 Rumah Ludes Terbakar di Amali Bone, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar
Barru Wakili Sulsel Ajang Tari Parade Nusantara Tingkat Nasional di Jakarta
Terungkap Sifat Asli CEO PSM: Catatan Noer Putra Bahagia Atas Keberhasilan PSM Juara Piala Indonesia
Andi Pamadengrukka menambahkan, bukan untuk membesar-besarkan sosok pahlawan nasional, tetapi tujuan utamanya agar generasi muda kita dapat mempelajari nilai-nilai kepahlawanan.
Selain itu, semangat perjuangan dari Baumassepe yang meninggal di usia 29 tahun, saat melawan pasukan Hindia Belanda, dibawah komando Westerling di kota Parepare.
Kepala Kesbangpol Parepare, Salim Sultan, sangat mengapresiasi kegiatan bedah buku ini, karena pemahaman sejarah bagi generasi muda adalah wajib dilakukan bersama.
"Kita harapkan generasi muda Kota Parepare, paham akan sejarah perjuangan bangsa ini," tambah Salim.
Kegiatan bedah buku ini juga dirangkaikan dengan pameran foto-foto perjuangan, dan tokoh-tokoh pejuang dari Kota Pare-Pare.
Beberapa foto sejarah ditampilkan dalam pameran itu seperti, Andi Makkasar, Andi Mappanyukki, Andi Pangerang Pettarani, dan Andi Abdullah Baumassepe.
Dalam sesi bedah buku menampilkan H.Abd.Qahar Dg Patangnga (penulis buku biografi), ia seorang tokoh senior dan juga pemerhati sejarah.
Dosen Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin, Suryadi Mappangara mengatakan, dia memilih jurusan ilmu sejarah, karena sewaktu kecil SD sampai SMA di Malaysia, dia membaca buku sejarah dan mendengar kehebatan akan keberanian raja-raja Bugis Makassar yang disegani.
Selain itu, perjuangan yang gagah berani dari pahlawan nasional, yang berasal dari Sulawesi Selatan.
Peserta dari SMA Negeri 5 Pare-pare, Yuhwan, menolak bahwa generasi muda bukannya tidak peduli dengan sejarah dan tokoh pahlawan.
Namun ia menyayangkan pemerintah, minim membangun prasarana pendidikan tentang sejarah, seperti tidak adanya museum sejarah yang dibangun dikota ini.
Dia mengharapkan adanya prasarana dan media pembelajaran, akan sejarah penting bagi generasi muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-bedah-buku-biografi-letjen-tni-andi-abdullah-baumassee.jpg)