Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ekonomi Sulsel Tumbuh 7,01 Persen, ini Catatan Peristiwa Penting Sepanjang Semester

"Ad beberapa catatan peristiwa sepanjang semester I, baik dari sisi lapangan usaha, maupun sisi pengeluaran yang terjadi di Sulsel," ungkap Yos

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ansar
fahrizal/tribun-timur.com
Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel, Yos Rusdiansyah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulaweai Selatan mencatat perekonomian di Sulsel pada semester 1 tahun 2019 tumbuh sebesar 7,01 persen, dibanding semester 1 tahun 2018 (c to c). 

Pertumbuhan tersebut didorong tumbuhnya hampir semua lapangan usaha di sisi produksi dan juga sisi pengeluaran.

Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel, Yos Rusdiansyah menjelaskan, ada beberapa catatan peristiwa pada semester I 2019 yang memicu pertumbuhan ekonomi.

"Ad beberapa catatan peristiwa sepanjang semester I, baik dari sisi lapangan usaha, maupun sisi pengeluaran yang terjadi di Sulsel," ungkap Yos beberapa waktu lalu.

Catchplay Serahkan Donasi ke Dompet Dhuafa untuk Pendidikan Anak Marginal

Ketua DPRD Makassar Berganti Setelah Pelantikan Legislator Terpilih

Lolos Tahapan Terakhir, Jufri dan Hatta Segera Jadi Pejabat Kementerian

Yos menjelaskan, pertama terkait luas panen padi dan jagung yang tercatat menurun semester ini.

"Banjir yang terjadi selama semester I menjadi salah satu sebab turunnya luas panen sejumlah komoditi tanaman pangan. Luas panen padi turun sebesar -4,53 persen dari periode sama tahun lalu. Sedangkan luas panen jagung turun sebesar -6,26 persen," ungkap Yos.

Untuk sektor perikanan Yos menjelaskan, dari data TPI, volume hasil tangkap ikan selama semester I meningkat sebesar 27,97 persen dari semester I tahun 2018 (ctoc). 

"Ekspor biji-bijian berminyak dan tanaman obat asal Sulsel pada semester I sebesar 48,2 juta US Dollar atau naik sebesar 14,92 persen dari semester I tahun lalu. Sementara untuk perkebunan, poduksi kakao jauh lebih baik dari tahun 2018," kata dia.

Nilai ekspor kakao asal Sulawesi Selatan semester I tercatat sebesar 50,8 juta US Dolar atau naik sekitar 88,8 persen dari semester I tahun 2018.

Lanjut Yos, dari sektor transportasi udara dan laut yang sempat mencuat akibat harga tiket pesawat yang mahal, juga menjadi catatan penting.

Catchplay Serahkan Donasi ke Dompet Dhuafa untuk Pendidikan Anak Marginal

Ketua DPRD Makassar Berganti Setelah Pelantikan Legislator Terpilih

Lolos Tahapan Terakhir, Jufri dan Hatta Segera Jadi Pejabat Kementerian

"Jumlah penumpang angkutan udara di Bandara Sultan Hasanuddin selama
semester terakhir sebanyak 1,65 juta penumpang. Jumlah itu menurun sekitar 23,22 persen," ucapnya.

Masih tingginya harga tiket, kata Yos, disinyalir menjadi penyebab turunnya jumlah penumpang. 

Penumpang banyak beralih ke angkutan laut, dimana pertumbuhan penumpang kapal dari Makassar naik 62 persen selama semester I 2019, dibandingkan semester I tahun lalu.

"Selama semester I 2019 tercatat 233,8 ribu penumpang yang berangkat dari pelabuhan Makassar," bebernya.

Sari sektor industri pengolahan, produksi industri manufaktur besar dan sedang untuk industri makanan naik tajam hingga 31,92 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved