Breaking News:

Demi Lolos Pendaftaran Polisi di Akpol, Saiful Bayar Rp 600 Juta, tapi Akhirnya Malah Tragis

Demi lolos pendaftaran polisi di Akpol, Saiful bayar Rp 600 juta, tapi akhirnya malah tragis. Waspada praktik percaloan dalam

AKPOL/KOMPAS.COM
Ilustrasi penipuan dalam seleksi calon taruna Akademi Kepolisian atau Akpol. 

"Karena itu kami minta warga yang merasa menjadi korban penipuan Agus Paidi melapor ke Polrestabes Surabaya," katanya mengimbau.

Bayar Rp 240 Juta

Sementara itu, dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, sebelumnya diberitakan, seorang oknum wartawan gadungan berinisial A asal Makassar, Sulawesi Selatan, dilaporkan kepada Polres Jeneponto atas kasus dugaan penipuan terhadap Muhammad Rizal (40), seorang warga Dusun Camba Camba, Desa Datara, Kecamatan Bonto Ramba, Jeneponto.

Modus digunakan terduga pelaku yakni menawarkan diri sebagai calo untuk membantu anak korban, Zulkifli (20) lolos dalam pendaftaran calon anggota Polri di Polda Sulsel pada tahun 2017 dan 2018.

Muhammad Rizal yang percaya lantas menyerahkan uang tunai sekitar Rp 240 Juta.

Meski sudah menyetorkan uang tunai, namun Zulkifli tak juga lulus menjadi polisi.

Polwan Jadi Calo dan Nipu

Seorang Polwan diduga terlibat penipuan tes masuk anggota Polri.

Polwan berinisial S berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) itu meminta Rp 300 juta kepada korban sebagai syarat masuk anggota Polri.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, Ipda S bertugas di Subdit Provost Polda Jatim.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved