Kosakata Pinrang Juga Kecam Razia Buku di Makassar

Komunitas literasi Kosakata Pinrang turut angkat bicara merespon razia buku Marxisme dan Leninisme di salah satu toko di Makassar

Kosakata Pinrang Juga Kecam Razia Buku di Makassar
Kosakata
Logo Kosakata 

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Komunitas literasi Kosakata Pinrang turut angkat bicara merespon razia buku Marxisme dan Leninisme di salah satu toko di Makassar, belum lama ini.

Salah seorang Anggota Kosakata Awal mengatakan, aksi razia buku yang dilakukan kelompok atau organisasi tertentu itu merupakan manifestasi kemerosotan mental.

"Jelas kami sayangkan tindakan yang bermuara pada kemerosotan mental itu," tegasnya kepada TribunPinrang.com, Selasa (6/8/2019).

Baca: Stagas TMMD ke-105 Rintis Jalan Pemukiman Baru di Mattiro Ade Pinrang Sejauh 350 Meter

Baca: Asisten Teritorial Kodam XIV/Hasanuddin Kunjungi Lokasi TMMD di Pinrang

Baca: Dishub Pinrang Tertibkan Kendaraan Bak Terbuka

Awal menyebutkan, tindakan itu juga mengungkung kreatifitas serta menghapus unsur kemerdekaan yang tersirat dalam aktivitas membaca.

"Minat baca di negeri kita sudah rendah ditambah zaman yang sdh 4.0. Bagaimana lagi kita bisa mengejar ketertinggalan jika kemerdekaan membaca atau mendapat ilmu pengetahuan saja dibatasi," ucapnya.

Awal menambahkan, sejumlah pegiat literasi dari berbagai daerah itu telah berjuang mengampanyekan budaya membaca. Lalu, ada oknum seenaknya merazia dengan menjual nama agama.

"Hargai perjuangan mereka. Lagi pula kalau bicara soal agama, bukankah perintah pertama Tuhan adalah membaca. Bukan merazia," pungkasnya.

Awal menembahkan, dirinya mengutip beberapa ungkapan yang berkaitan tentang buku. Di antaranya, buku adalah jendela dunia, Sebaik-baik teman duduk adalah buku (khairu jaliisin fii zamaani kitab), Kamar tanpa buku ibarat tubuh tanpa jiwa.

"Itulah beberapa rentetan kalimat perihal kesaktian dan kehebatan buku. Taka heran dalam sejarah perjalanan kehidupan umat manusia, buku senantiasa hadir sebagai pemantik berkobarnya sebuah peradaban. Jadi benda sakti itu jangan dirazia," pungkasnya. (TribunPinrang.com)

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, @herysyahrullah

Baca: Ingat 3 Hari Lagi Puasa Tarwiyah lalu Arafah, Ini Jadwalnya! Ini Keutamaannya Masuk Idul Adha 1440 H

Baca: Bawaslu Sulsel Sebut Regulasi PKPU Tak Matang, APK dari KPU Pemborosan

Baca: Video Viral Polisi Lalu Lintas Sumpal Mulut Wanita Pakai Surat Tilang, Cek Fakta dan Kata Komandan

Baca: Selingkuh dengan PM Malaysia Najib Razak, Model Altantuya Shaaribuu Dibom, Kisah dan Dugaan Motif

Baca: KENALKAN Inilah Sripeni Inten, Bos Besar PLN Baru 2 Hari Menjabat Sudah Dimarahi Presiden Jokowi

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

E

Baca: Diduga Jerumuskan Salmafina Sunan Lepas Hijab dan Bawa ke Klub, Siapa Joe? Disomasi Sunan Kalijaga

Baca: Kenalkan Ananda Enzo Cowok Berdarah Perancis Lolos Masuk Akmil, Calon Jenderal TNI Masa Depan?

Baca: Mati Lampu, Kronologi Pengantin Baru Tewas Terbakar di Rumahnya

Baca: Suami Mudik, Nur Aini Tewas Diduga Saat Sedang Berzina dengan Rofii, Begini Kronologi Kejadian

Baca: Niat Puasa Sunnah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah Jelang Idul Adha, Sungguh Banyak Keutamaannya

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved