Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Jadi Nama Jalan di Makassar, Ini Sosok Pahlawan Mohammad Yamin
Jalan Mohammad Yamin atau dikenal Jl Moh Yamin berada di antara Jl Kerung-kerung dan Jl Abubakar Lambogo.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setiap nama jalan di berbagai kota dan kabupaten tentunya memiliki sejarah masing-masing.
Seperti nama jalan di Kota Makassar. Beberapa di antaranya menggunakan nama pahlawan sebagai bentuk kenangan terhadap jasa para pahlawan.
Salah satunya adalah Jalan Mohammad Yamin.
Nama tersebut berasal dari tokoh yang dikenal sebagai sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum yang telah dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia.
Jalan Mohammad Yamin atau dikenal Jl Moh Yamin berada di antara Jl Kerung-kerung dan Jl Abubakar Lambogo.
Mohammad Yamin
Melansir dari wikipedia.org Prof Mr Mohammad Yamin, S H adalah sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum yang telah dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia.
Ia lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, 24 Agustus 1903 dan meninggal di Jakarta, 17 Oktober 1962 pada umur 59 tahun.
Ia merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan pelopor Sumpah Pemuda sekaligus "pencipta imaji keindonesiaan" yang mempengaruhi sejarah persatuan Indonesia.
Latar belakang
Ia merupakan putra dari pasangan Usman Baginda Khatib dan Siti Saadah yang masing-masing berasal dari Sawahlunto dan Padang Panjang.
Ayahnya memiliki enam belas anak dari lima istri, yang hampir keseluruhannya kelak menjadi intelektual yang berpengaruh. Saudara-saudara Yamin antara lain: Muhammad Yaman, seorang pendidik; Djamaluddin Adinegoro, seorang wartawan terkemuka; dan Ramana Usman, pelopor korps diplomatik Indonesia.
Selain itu sepupunya, Mohammad Amir, juga merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Yamin mendapatkan pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Palembang, kemudian melanjutkannya ke Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta.
Di AMS Yogyakarta, ia mulai mempelajari sejarah purbakala dan berbagai bahasa seperti Yunani, Latin, dan Kaei. Namun setelah tamat, niat untuk melanjutkan pendidikan ke Leiden, Belanda harus diurungnya dikarenakan ayahnya meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mohammad-yamin-8.jpg)