Bupati Jeneponto Mulai Pembangunan Rumah Sakit di Rumbia, Mantan Kadis DLH: Tidak Ada Amdalnya

Menurut Suardi selama menjabat kepala dinas pihak kontraktor tidak pernah datang ke kantornya untuk mengurus amdal.

Bupati Jeneponto Mulai Pembangunan Rumah Sakit di Rumbia, Mantan Kadis DLH: Tidak Ada Amdalnya
ikbal/tribunjeneponto.com
Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pratama Tipe D di Kampung Bontobangun, Desa Lebangmanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, telah dilakukan, Senin (29/7/2019) lalu. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pratama Tipe D di Kampung Bontobangun, Desa Lebangmanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, telah dilakukan, Senin (29/7/2019) lalu.

Peletakan batu pertama ini dilakukan langsung Bupati Jeneponto Iksan Iskandar.

Baca: Kecamatan Rumbia Bakal Jadi Kawasan Agro Wisata Jeneponto

Baca: Seorang Ayah di Jeneponto Diduga Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Pembangunan rumah sakit tipe D inipun diduga belum memiliki analisis dampak lingkungan (amdal).

Hal itu diungkapkan mantan Kadis lingkungan Hidup kabupaten Jeneponto Suardi.

Menurut Suardi selama menjabat kepala dinas pihak kontraktor tidak pernah datang ke kantornya untuk mengurus amdal.

"Tidak ada memang amdalnya, kami tidak pernah dapat tembusan," kata Suardi saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Jumat (2/8/2019) malam.

Hal senada disampaikan pelaksana tugas Kadis Lingkungan Hidup (KLH), Muhammad Yusuf Fakihi.

Ia mengaku belum mengetahui terkait izin lingkungan pembangunan rumah sakit itu.

"Saya baru kurang lebih 20 hari di lingkungan hidup jadi saya belum tahu," kata Yusuf Fakihi.

"Harusnya proses itu lebih dulu sebelum lelang. Yang saya tahu belum ada, jadi boleh kita cek ke kadis sebelumnya (Suardi)," tuturnya.

Diketahui, Biaya pembangunan RS ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi Bidang Kesehatan tahun anggaran 2019. Total anggarannya Rp45 miliar.

Sebanyak Rp30 miliar di antaranya untuk pembangunan gedung dan kegiatan penunjang. Sisanya, Rp15 miliar untuk pengadaan alat kesehatan fisik.

Jangka waktu pelaksanaan proyek ini 165 hari kalender, terhitung sejak 19 Juli 2019 sampai 31 Desember 2019.

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved